



Study with the several resources on Docsity
Earn points by helping other students or get them with a premium plan
Prepare for your exams
Study with the several resources on Docsity
Earn points to download
Earn points by helping other students or get them with a premium plan
dfdfdfdfdfdrdttttttttttttttttttttttttttttttttttt
Typology: Lecture notes
1 / 6
This page cannot be seen from the preview
Don't miss anything!




akuntansi tidak sama dengan pembukuan. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang mencakup tiga aktivitas yaitu mengidentifikasi kejadian ekonomi dalam suatu perusahaan, mencatat kejadian tersebut dalam catatan akuntansi sampai menghasilkan laporan keuangan, serta mengkomunikasikan laporan keuangan kepada pihak-pihak pengguna untuk pengambilan keputusan. Pembukuan hanya melibatkan satu aktivitas saja yaitu pencatatan. jd pembukuan bagian kecil dari akuntansi. Pihak-pihak yang berkepentingan (interested user) atas laporan keuangan terdiri atas 2, yaitu: pengguna (pemakai) internal dan eksternal. Pihak (pemakai) internal (internal users) adalah pihak yang berasal dari dalam perusahaan seperti: manajemen puncak, bagian personalia, bagian pemasaran, dan bagian lainnya yang ada di perusahaan. Pihak (pemakai) eksternal adalah pihak yang berasal dari luar perusahaan, seperti: investor, kreditor, pelanggan, pajak, serikat buruh, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang berasal dari luar perusahaan. Investor menganalisis Laporan Keuangan untuk menentukan apakah akan menanamkan modal di perusahaan tersebut. Bagi pihak kreditor, apakah akan memberikan pinjaman kepada perusahaan yang bersangkutan. Pelanggan membutuhkan informasi apakah perusahaan masih berdiri sehingga pelanggan masih dapat membeli produk yang dibutuhkannya atau memperbaiki produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Pajak akan memeriksa apakah perusahaan sudah membayar pajak sesuai dengan laba yang diperolehnya. Manajemen puncak membutuhkan informasi untuk menentukan apakah suatu produk akan tetap dijual atau tidak. Bagian personalia membutuhkan informasi untuk memutuskan apakah akan merekrut tambahan karyawan. Bagian pemasaran akan menentukan berapa harga jual untuk suatu produk Standar akuntansi adalah standar/pedoman yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Sekarang ini di dunia terdapat dua standar yang digunakan atau diadopsi dalam menyusun Laporan Keuangan yaitu Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standard) dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (Generally Accepted Accounting Principle/US-GAAP). Standar Pelaporan Keuangan Internasional diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB), yang berlokasi di London, Inggris. Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Amerika diterbitkan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB), yang berlokasi di Connecticut, Amerika Serikat. Dua dewan standar ini sedang melakukan penyesuaian antara kedua standar tersebut sehingga perbedaannya makin sedikit. Hal ini dikarenakan adanya keinginan untuk menyusun satu standar akuntansi yang berkualitas secara internasional, sehingga banyak negara yang sudah mengadopsi penuh IFRS untuk dijadikan standar yang berlaku di negaranya, termasuk Indonesia juga tidak mau ketinggalan dengan negara-negara lainnya. Di Indonesia, badan yang menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK di Indonesia terdiri dari empat pilar standar yaitu: SAK yang mengadopsi IFRS, SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), SAK Syariah, dan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Tahun 2018, IAI memberlakukan satu SAK lagi yaitu SAK Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). kita hanya bahas SAK yang mengadopsi IFRS ya Penyusunan Laporan Keuangan membutuhkan asumsi sebagai konsep dasar yang melandasi penyusunan Laporan Keuangan. Asumsi yang digunakan US-GAAP adalah asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption), asumsi kelangsungan usaha (going concern assumption), asumsi unit keuangan (monetary unit assumption), dan asumsi periode waktu (periodicity assumption/time period assumption) Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption) menyatakan bahwa aktivitas pemilik dengan aktivitas perusahaan harus dipisahkan, tidak boleh digabung menjadi satu. Hal ini dimaksudkan agar tiap aktivitas dapat terukur dengan baik. Entitas dapat berupa perusahaan, sekolah, lembaga, pemerintah, dan lain-lain Asumsi kelangsungan usaha (going concern assumption) menyatakan bahwa suatu perusahaan diasumsikan memiliki umur yang tidak terbatas dan diharapkan kegiatan usahanya akan terus berkelanjutan. Asumsi unit keuangan menyatakan bahwa setiap transaksi harus dapat dicatat dengan menggunakan satuan mata uang yang stabil yang berlaku di negara yang bersangkutan. Contoh: dilakukan pembelian 10 rol benang dengan harga Rp.10.000 per rol, maka pembelian akan dicatat sebesar 10 rol x Rp.10. per rol = Rp.100.000. Asumsi periode waktu (periodicity assumption/time period assumption) menyatakan bahwa Laporan Keuangan akan dibagi menjadi beberapa periode waktu buatan, yaitu bulanan, triwulanan, tengah tahunan atau tahunan. Laporan Keuangan yang disusun tiap bulan/3 bulan/6 bulan disebut Laporan Keuangan Interim (interim financial report). Tujuan pemenggalan periode waktu ini adalah untuk menganalisis trend pertumbuhan atau penurunan kinerja perusahaan dengan membandingkan periode ini dan periode lalu. Selain asumsi, juga dibutuhkan prinsip akuntansi sebagai pedoman dalam penyusunan Laporan Keuangan.
Pencatatan dilakukan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini: menganalisis peristiwa ekonomi yang terjadi, mencatat transaksi ke dalam jurnal, dan terakhir akan dipindahkan (di-posting) ke buku besar (general ledger). Setiap peristiwa ekonomi perusahaan yang terjadi, akan dibuatkan dokumen bisnis (bukti transaksi). Akuntan akan menganalisis bukti transaksi tersebut kemudian melakukan pencatatan. Contoh dari bukti transaksi adalah faktur penjualan, struk ATM, faktur pembelian, nota bon, cek, dan sebagainya. Hanya transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan yang akan dibuatkan jurnalnya. Jurnal umum (general journal) adalah catatan pertama kali. Jurnal terdiri atas sisi debit dan sisi kredit dimana kedua sisi tersebut harus sama nilainya (balance). Jurnal memberikan manfaat antara lain adalah jurnal akan mengungkapkan transaksi apa yang terjadi, suatu transaksi akan dicatat sesuai dengan tanggal terjadinya (secara berurutan), dan dapat mencegah terjadinya kesalahan. Transaksi yang dicatat ke dalam jurnal disebut menjurnal. Setiap transaksi akan mempengaruhi dua jenis akun atau lebih agar persamaan akuntansinya seimbang (balance). Ini disebut sebagai sistem pencatatan ganda (double-entry system), yaitu transaksi akan dicatat di sisi debit dan kredit, sehingga total debit akan sama dengan total kredit. Jadi, sistem ini akan menjamin keakuratan saldo (nilai) yang akan dicatat di dalam jurnal atau mencegah terjadinya kesalahan. Dalam menjurnal, perusahaan harus mencantumkan tanggal terjadinya suatu peristiwa, mencantumkan nama akun yang digunakan beserta dengan saldonya di sisi debit dan kredit serta memberikan penjelasan transaksi yang terjadi secara singkat. Dalam praktik, penjelasan singkat ini tidak perlu dituliskan karena dengan melihat jurnal yang dibuat, dapat diketahui transaksi apa yang terjadi. DI UJIAN penjelasan juga tidak perlu dibuat. Selain jurnal, proses pencatatan juga memerlukan buku besar (ledger). Buku besar adalah kumpulan dari akun-akun yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Contoh dari buku besar adalah Kas, Piutang Usaha, Perlengkapan, Utang Usaha, Modal Saham, Pendapatan Jasa, Beban Gaji, Dividen, dan sebagainya. Bentuk buku besar yang sederhana adalah T-account. Bentuk standar buku besar disebut bentuk akun tiga kolom posting adlah proses memindahkan angka dari jurnal ke dalam buku besar. Langkah-langkah untuk mentransfer jurnal umum ke buku besar adalah: