Accounting lecture notes, Lecture notes of Financial Accounting

dfdfdfdfdfdrdttttttttttttttttttttttttttttttttttt

Typology: Lecture notes

2019/2020

Uploaded on 12/08/2020

khusus-download
khusus-download 🇮🇩

1 document

1 / 6

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
Pertemuan 1 Akuntansi Dasar 1
akuntansi tidak sama dengan pembukuan. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang mencakup
tiga aktivitas yaitu mengidentifikasi kejadian ekonomi dalam suatu perusahaan, mencatat kejadian
tersebut dalam catatan akuntansi sampai menghasilkan laporan keuangan, serta mengkomunikasikan
laporan keuangan kepada pihak-pihak pengguna untuk pengambilan keputusan. Pembukuan hanya
melibatkan satu aktivitas saja yaitu pencatatan. jd pembukuan bagian kecil dari akuntansi.
Pihak-pihak yang berkepentingan (interested user) atas laporan keuangan terdiri atas 2, yaitu: pengguna
(pemakai) internal dan eksternal. Pihak (pemakai) internal (internal users) adalah pihak yang berasal dari
dalam perusahaan seperti: manajemen puncak, bagian personalia, bagian pemasaran, dan bagian
lainnya yang ada di perusahaan.
Pihak (pemakai) eksternal adalah pihak yang berasal dari luar perusahaan, seperti: investor, kreditor,
pelanggan, pajak, serikat buruh, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang berasal dari luar perusahaan.
Investor menganalisis Laporan Keuangan untuk menentukan apakah akan menanamkan modal di
perusahaan tersebut. Bagi pihak kreditor, apakah akan memberikan pinjaman kepada perusahaan yang
bersangkutan. Pelanggan membutuhkan informasi apakah perusahaan masih berdiri sehingga pelanggan
masih dapat membeli produk yang dibutuhkannya atau memperbaiki produk yang dikeluarkan oleh
perusahaan tersebut. Pajak akan memeriksa apakah perusahaan sudah membayar pajak sesuai dengan
laba yang diperolehnya.
Manajemen puncak membutuhkan informasi untuk menentukan apakah suatu produk akan tetap dijual
atau tidak. Bagian personalia membutuhkan informasi untuk memutuskan apakah akan merekrut
tambahan karyawan. Bagian pemasaran akan menentukan berapa harga jual untuk suatu produk
Standar akuntansi adalah standar/pedoman yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.
Sekarang ini di dunia terdapat dua standar yang digunakan atau diadopsi dalam menyusun Laporan
Keuangan yaitu Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standard)
dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (Generally Accepted Accounting Principle/US-GAAP).
Standar Pelaporan Keuangan Internasional diterbitkan oleh International Accounting Standard Board
(IASB), yang berlokasi di London, Inggris. Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Amerika diterbitkan oleh
Financial Accounting Standard Board (FASB), yang berlokasi di Connecticut, Amerika Serikat. Dua dewan
standar ini sedang melakukan penyesuaian antara kedua standar tersebut sehingga perbedaannya
makin sedikit. Hal ini dikarenakan adanya keinginan untuk menyusun satu standar akuntansi yang
berkualitas secara internasional, sehingga banyak negara yang sudah mengadopsi penuh IFRS untuk
dijadikan standar yang berlaku di negaranya, termasuk Indonesia juga tidak mau ketinggalan dengan
negara-negara lainnya.
Di Indonesia, badan yang menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI). SAK di Indonesia terdiri dari empat pilar standar yaitu: SAK yang mengadopsi IFRS, SAK
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), SAK Syariah, dan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
pf3
pf4
pf5

Partial preview of the text

Download Accounting lecture notes and more Lecture notes Financial Accounting in PDF only on Docsity!

Pertemuan 1 Akuntansi Dasar 1

akuntansi tidak sama dengan pembukuan. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang mencakup tiga aktivitas yaitu mengidentifikasi kejadian ekonomi dalam suatu perusahaan, mencatat kejadian tersebut dalam catatan akuntansi sampai menghasilkan laporan keuangan, serta mengkomunikasikan laporan keuangan kepada pihak-pihak pengguna untuk pengambilan keputusan. Pembukuan hanya melibatkan satu aktivitas saja yaitu pencatatan. jd pembukuan bagian kecil dari akuntansi. Pihak-pihak yang berkepentingan (interested user) atas laporan keuangan terdiri atas 2, yaitu: pengguna (pemakai) internal dan eksternal. Pihak (pemakai) internal (internal users) adalah pihak yang berasal dari dalam perusahaan seperti: manajemen puncak, bagian personalia, bagian pemasaran, dan bagian lainnya yang ada di perusahaan. Pihak (pemakai) eksternal adalah pihak yang berasal dari luar perusahaan, seperti: investor, kreditor, pelanggan, pajak, serikat buruh, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang berasal dari luar perusahaan. Investor menganalisis Laporan Keuangan untuk menentukan apakah akan menanamkan modal di perusahaan tersebut. Bagi pihak kreditor, apakah akan memberikan pinjaman kepada perusahaan yang bersangkutan. Pelanggan membutuhkan informasi apakah perusahaan masih berdiri sehingga pelanggan masih dapat membeli produk yang dibutuhkannya atau memperbaiki produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Pajak akan memeriksa apakah perusahaan sudah membayar pajak sesuai dengan laba yang diperolehnya. Manajemen puncak membutuhkan informasi untuk menentukan apakah suatu produk akan tetap dijual atau tidak. Bagian personalia membutuhkan informasi untuk memutuskan apakah akan merekrut tambahan karyawan. Bagian pemasaran akan menentukan berapa harga jual untuk suatu produk Standar akuntansi adalah standar/pedoman yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Sekarang ini di dunia terdapat dua standar yang digunakan atau diadopsi dalam menyusun Laporan Keuangan yaitu Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standard) dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (Generally Accepted Accounting Principle/US-GAAP). Standar Pelaporan Keuangan Internasional diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB), yang berlokasi di London, Inggris. Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Amerika diterbitkan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB), yang berlokasi di Connecticut, Amerika Serikat. Dua dewan standar ini sedang melakukan penyesuaian antara kedua standar tersebut sehingga perbedaannya makin sedikit. Hal ini dikarenakan adanya keinginan untuk menyusun satu standar akuntansi yang berkualitas secara internasional, sehingga banyak negara yang sudah mengadopsi penuh IFRS untuk dijadikan standar yang berlaku di negaranya, termasuk Indonesia juga tidak mau ketinggalan dengan negara-negara lainnya. Di Indonesia, badan yang menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK di Indonesia terdiri dari empat pilar standar yaitu: SAK yang mengadopsi IFRS, SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), SAK Syariah, dan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Tahun 2018, IAI memberlakukan satu SAK lagi yaitu SAK Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). kita hanya bahas SAK yang mengadopsi IFRS ya Penyusunan Laporan Keuangan membutuhkan asumsi sebagai konsep dasar yang melandasi penyusunan Laporan Keuangan. Asumsi yang digunakan US-GAAP adalah asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption), asumsi kelangsungan usaha (going concern assumption), asumsi unit keuangan (monetary unit assumption), dan asumsi periode waktu (periodicity assumption/time period assumption) Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption) menyatakan bahwa aktivitas pemilik dengan aktivitas perusahaan harus dipisahkan, tidak boleh digabung menjadi satu. Hal ini dimaksudkan agar tiap aktivitas dapat terukur dengan baik. Entitas dapat berupa perusahaan, sekolah, lembaga, pemerintah, dan lain-lain Asumsi kelangsungan usaha (going concern assumption) menyatakan bahwa suatu perusahaan diasumsikan memiliki umur yang tidak terbatas dan diharapkan kegiatan usahanya akan terus berkelanjutan. Asumsi unit keuangan menyatakan bahwa setiap transaksi harus dapat dicatat dengan menggunakan satuan mata uang yang stabil yang berlaku di negara yang bersangkutan. Contoh: dilakukan pembelian 10 rol benang dengan harga Rp.10.000 per rol, maka pembelian akan dicatat sebesar 10 rol x Rp.10. per rol = Rp.100.000. Asumsi periode waktu (periodicity assumption/time period assumption) menyatakan bahwa Laporan Keuangan akan dibagi menjadi beberapa periode waktu buatan, yaitu bulanan, triwulanan, tengah tahunan atau tahunan. Laporan Keuangan yang disusun tiap bulan/3 bulan/6 bulan disebut Laporan Keuangan Interim (interim financial report). Tujuan pemenggalan periode waktu ini adalah untuk menganalisis trend pertumbuhan atau penurunan kinerja perusahaan dengan membandingkan periode ini dan periode lalu. Selain asumsi, juga dibutuhkan prinsip akuntansi sebagai pedoman dalam penyusunan Laporan Keuangan.

  1. biaya historis (historical cost) Biaya historis adalah biaya perolehan yang terjadi pada tanggal transaksi
  2. nilai wajar (fair value) Prinsip nilai wajar menyatakan bahwa Aset dan Liabilitas harus dicatat sebesar nilai wajar, yaitu nilai yang akan diterima saat Aset dijual atau nilai yang harus dibayarkan saat Utang dilunasi. Contoh: perusahaan membeli sebidang tanah senilai Rp.100.000.000,-. Nilai wajar tanah di akhir tahun sebesar Rp.120.000.000,-. Apabila perusahaan menggunakan prinsip nilai wajar, maka Tanah akan dicatat sebesar nilai wajar yaitu Rp.120.000.000,- bukan lagi senilai Rp.100.000.000,-.

Pertemuan 2 Akuntansi Dasar

Pencatatan dilakukan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini: menganalisis peristiwa ekonomi yang terjadi, mencatat transaksi ke dalam jurnal, dan terakhir akan dipindahkan (di-posting) ke buku besar (general ledger). Setiap peristiwa ekonomi perusahaan yang terjadi, akan dibuatkan dokumen bisnis (bukti transaksi). Akuntan akan menganalisis bukti transaksi tersebut kemudian melakukan pencatatan. Contoh dari bukti transaksi adalah faktur penjualan, struk ATM, faktur pembelian, nota bon, cek, dan sebagainya. Hanya transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan yang akan dibuatkan jurnalnya. Jurnal umum (general journal) adalah catatan pertama kali. Jurnal terdiri atas sisi debit dan sisi kredit dimana kedua sisi tersebut harus sama nilainya (balance). Jurnal memberikan manfaat antara lain adalah jurnal akan mengungkapkan transaksi apa yang terjadi, suatu transaksi akan dicatat sesuai dengan tanggal terjadinya (secara berurutan), dan dapat mencegah terjadinya kesalahan. Transaksi yang dicatat ke dalam jurnal disebut menjurnal. Setiap transaksi akan mempengaruhi dua jenis akun atau lebih agar persamaan akuntansinya seimbang (balance). Ini disebut sebagai sistem pencatatan ganda (double-entry system), yaitu transaksi akan dicatat di sisi debit dan kredit, sehingga total debit akan sama dengan total kredit. Jadi, sistem ini akan menjamin keakuratan saldo (nilai) yang akan dicatat di dalam jurnal atau mencegah terjadinya kesalahan. Dalam menjurnal, perusahaan harus mencantumkan tanggal terjadinya suatu peristiwa, mencantumkan nama akun yang digunakan beserta dengan saldonya di sisi debit dan kredit serta memberikan penjelasan transaksi yang terjadi secara singkat. Dalam praktik, penjelasan singkat ini tidak perlu dituliskan karena dengan melihat jurnal yang dibuat, dapat diketahui transaksi apa yang terjadi. DI UJIAN penjelasan juga tidak perlu dibuat. Selain jurnal, proses pencatatan juga memerlukan buku besar (ledger). Buku besar adalah kumpulan dari akun-akun yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Contoh dari buku besar adalah Kas, Piutang Usaha, Perlengkapan, Utang Usaha, Modal Saham, Pendapatan Jasa, Beban Gaji, Dividen, dan sebagainya. Bentuk buku besar yang sederhana adalah T-account. Bentuk standar buku besar disebut bentuk akun tiga kolom posting adlah proses memindahkan angka dari jurnal ke dalam buku besar. Langkah-langkah untuk mentransfer jurnal umum ke buku besar adalah:

  1. Pindahkan tanggal dari jurnal umum ke buku besar.
  2. Isi kolom keterangan sesuai transaksinya, contoh: Setoran Pemilik-Penerbitan Saham, atau Pembelian Peralatan-Komputer.
  3. Pindahkan akun yang terdapat di sisi debit atau kredit beserta hitung ulang saldonya dan isi di kolom saldo setelah transaksi di buku besar.
  1. Tuliskan kode akun (contoh: 101-untuk kode perkiraan Kas) di kolom Ref di dalam jurnal. Bila kolom Ref di jurnal sudah terisi, menunjukkan bahwa sudah dilakukan pemindahan (posting) dari jurnal ke buku besar.
  2. Tuliskan no halaman jurnal (contoh: J1) di kolom Ref pada buku besar, hal ini menunjukkan bahwa asal posting berasal dari Jurnal halaman Setiap perusahaan memiliki daftar akun (chart of account), yang berisikan nama-nama akun dan nomornya (kode) yang akan digunakan di dalam suatu perusahaan. Daftar nama akun terdiri atas rincian akun Aset, Liabilitas, Ekuitas, Pendapatan, dan Beban. Kode perkiraan (kode akun) menggunakan besaran digit sesuai kebutuhan perusahaan, bagi perusahaan besar akan menggunakan digit lebih banyak daripada perusahaan kecil. Kode perkiraan memiliki keseragaman pada digit pertama (digit awal) sebagai berikut: 1 untuk Aset, 2 untuk Liabilitas, 3 untuk Ekuitas, 4 untuk Pendapatan, dan 5 untuk Beban. Neraca Saldo (Trial Balance) berisi daftar nama akun beserta dengan saldonya pada tanggal tertentu. Neraca Saldo menunjukkan saldo akhir dari setiap akun yang dimiliki oleh perusahaan, yang diambil dari buku besar setelah jurnal umum di-posting ke buku besar. Neraca Saldo disusun untuk membuktikan bahwa total debit sama dengan total kredit. Akun di dalam Neraca Saldo akan diurutkan sesuai dengan daftar nama perkiraan. walau Neraca Saldo menunjukkan saldo yang sama di debit dan kredit belum tentu menunjukkan bahwa Neraca Saldo yang dibuat sudah benar. Hal ini disebabkan adanya transaksi yang belum dicatat, atau ada jurnal yang belum di-posting ke buku besar, atau jurnal di-posting dua kali ke dalam buku besar, atau menggunakan nama akun yang salah dalam membuat jurnal maupun mem- posting ke buku besar, atau mencatat saldo yang salah ke dalam jurnal. Semuanya ini dapat menyebabkan Neraca Saldo memiliki total debit dan kredit yang sama.