Fresnel Interference Experiment: A Physics Lab Report, Study Guides, Projects, Research of Physics

A detailed report on a physics experiment exploring fresnel interference. It includes the experiment's objective, theoretical background, experimental setup, data analysis, and conclusions. The report provides a comprehensive understanding of fresnel interference, its principles, and practical applications. It also highlights the importance of accurate data collection and analysis in scientific research.

Typology: Study Guides, Projects, Research

2023/2024

Uploaded on 10/13/2024

anggota-komisi-2-acen-flandiko
anggota-komisi-2-acen-flandiko 🇸🇬

1 document

1 / 15

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA LANJUT I
PERCOBAAN INTERFERENSI FRESNEL
Oleh :
Nama : I Dewa Ayu Sintiya Biantari
NIM : 2108521022
Kelompok : 3
Tanggal : Rabu, 19 Oktober 2022
Dosen Pengajar : Ir. Putu Suardana, M.Si
Pembimbing : I Ketut Nada
PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2022
pf3
pf4
pf5
pf8
pf9
pfa
pfd
pfe
pff

Partial preview of the text

Download Fresnel Interference Experiment: A Physics Lab Report and more Study Guides, Projects, Research Physics in PDF only on Docsity!

PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA LANJUT I

PERCOBAAN INTERFERENSI FRESNEL

Oleh :

Nama : I Dewa Ayu Sintiya Biantari

NIM : 2108521022

Kelompok : 3

Tanggal : Rabu, 19 Oktober 2022

Dosen Pengajar : Ir. Putu Suardana, M.Si

Pembimbing : I Ketut Nada

PROGRAM STUDI FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA

I. TUJUAN

  1. Mempelajari interferensi cahaya dengan menggunakan cermin Fresnel
  2. Menentukan panjang gelombang cahaya laser He-Ne, (), dari jarak garis-garis

interferensi (d), jarak citra (A) yang diproyeksikan sumber cahaya virtual

II. DASAR TEORI

Interferensi merupakan gejala superposisi gelombang. Interferensi adalah kerja

sama antara dua gelombang cahaya atau lebih pada suatu titik atau daerah tertentu

pada suatu waktu tertentu pula. Peralatan yang digunakan untuk menunjukan adanya

interferensi cahaya tersebut interferometer. Salah satu percobaan yang menunjukkan

adanya umbai-umbai interferensi (interference fringe) adalah percobaan Young ini

berdasarkan pada interferometer pemisah muka gelombang (wave front splitting

interferometer). (Budhi. 2015)

Interferensi dapat juga di artikan sebagai perpaduan antara dua gelombang

cahaya atau lebih pada suatu titik atau daerah tertentu pada suatu waktu tertentu pula.

Peralatan yang digunakan untuk menunjukkan adanya interferensi cahaya disebut

interferometer. (Sugito,dkk. 2005).

Cermin Fresnel terdiri dari dua buah cermin datar, yang letaknya sedikit miring

antara satu dengan yg lainnya. Sebuah sumber titik cahaya S yang dipantulkan oleh

cermin Fresnel akan muncul sebagai sepasang cahaya virtual, L1 dan L2 yang koheren

dan terletak saling berdekatan. (Yuliara. 2020)

Gambar 2.

Dalam eksperimen ini, untuk memperluas sinar laser, sumber cahaya S terletak

pada tiitk fokus lensa. Untuk menentukan panjang gelombang sinar laser yg

digunakan, pertama-tama kita harus menentukan jarak antara dua intensitas maksimum

(d). Kemudian, mengukur jarak A dari dua sumber cahaya virtual L1 dan L2 yang

dicitrakan pada layar pengamatan menggunakan lensa kedua. (Yuliara.2020)

Untuk jarak Dn antara maksimum ke-0 dan ke-n, hubungan secara geomerik

dapat kita tulis :

tan   (1.2)

Jika jarak L besar, maka sin   tan , sehingga kita dapatkan :

Yang mana a adalah jarak antara sumber cahaya virtual

III. ALAT DAN BAHAN

  1. 1 He-Ne Laser 471 83
  2. 1 Small Optical bench 460 43
  3. 1 Large stand base 300 01
  4. 1 Fresnel's mirror 471 05
  5. 4 Leybold multiclamps 301 01
  6. 1 Lens, f = 200 mm 460 04
  7. 1 Vernier calipers 311 52
  8. 1 Steel tape measure 311 77
  9. 1 Lens, f = 5 mm 460 01
  10. 1 Translucent screen 441 53

IV. DATA PENGAMATAN

I. Tabel Data Pengamatan Diameter (d), L1, L2, Dan A

No d(mm) L1(cm) L2(cm) A(mm)

V. PROSEDUR PERCOBAAN

Susunlah peralatan seperti pada gambar di bawah ini.

2.Aturlah posisi lensa 2 (5 mm) dan cermin, sehingga sinar laser yang lebih luas

pertama kali terpantulkan dari tengah-tengah kedua cermin yang terpisah akan

menuju bagian tengah lensa (4). (Ikuti jalannya berkas cahaya dengan selembar

kertas).

3. Aturlah posisi lensa (4) untuk memperolah citra dari kedua sumber cahaya

virtual yang jelas, terfokus pada layar. Jika terjadi distorsi, putar lensa (4).

Atur jarak A dari gambar-gambar yang diproyeksikan sumber cahaya virtual

dengan memvariasikan kemiringan cermin (atur skrup pada cermin!). Nilai

yang direkomendasikan: A = 1 cm dan jarak dari cermin Fresnel ke layar sekitar

2 m.

5. Amati pola-pola interferensi pada layar, jika perlu, atur kecerahan dengan

menggeser tegak lurus cermin Fresnel.

6. Ukur jarak antar frinji (pola-pola interferensi) d, catat hasilnya pada tabel.

7. Ukur jarak A dengan kaliper Vernier, catat hasilnya pada table

8. Ukur jarak l1, jarak antara citra yang diproyeksikan dengan lensa (4), catat

hasilnya pada tabel

9. Ukur jarak l2, jarak antara lensa (4) dengan lensa 5 mm, catat hasilnya pada

table

Ulangi langkah kerja sampai dengan cara merubah jarak sumber cahaya virtual

sebanyak 10 kali.

6.2. Grafik

Gambar 6.2.1Grafik Perbandingan Grafil L, a,

Gambar 6.2.2 Grafik Perbandingan nilai ∆𝐿, ∆a dan ∆

6.3. Pembahasan

Pada percobaan kali ini dilakukan percobaan Interferensi Fresnel. Pada

praktikum ini melakukan pengambilan data untuk jarak antara celah ke layar

(L),jarakantarcelah(d) mencaripenjanggelombang() dan (a). Pada

praktikum ini dilakukan satu kali percobaan.

Hasil dari praktikum ini diperoleh beberapa data berupa grafik, ralat

nisbi dan perhitungan. Grafik yang di peroleh ada dua yang pertama Grafik

56,

19, 19,

12,

7,24 6,

0

10

20

30

40

50

60

L a l

Perbandingan Grafil L, a, 

Series1 Series

37,

10,

19,

40

3,

6,

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

1 2 3

Perbandingan nilai ∆𝐿, ∆a dan ∆

Series1 Series

Perbandingan Grafil L, a,

 dan yang ke dua Grafik Perbandingan nilai ∆𝐿, ∆a

dan ∆. Ralat nisbi yang di peroleh yaitu pada diameter d =( 0,00056±

2,449× 10 )m, pada L1 = ( 0,3734± 4,000× 10 )m, pada L2 =

( 0,1928± 3,742× 10 )m dan pada A =( 0,1018± 3,742× 10 )m. Dan

perhitungan yang di peroleh yaitu, perhitungan nilai untuk jarak antara celah ke

layer (L) = (0.5662 ± 0.01265464147) cm, Nilai A = (0.1971582988 ±

7.247213879 x 10 )m, Nilai Panjang gelombang () = (1.949708236 x 10

± 6.934178361x 10 ) m.

Pada percobaan praktikum kali ini terdapat beberapa kendala yang

terjadi di saat melakukan praktikum atau nilai data yang di dapat tidak sangat

akurat yaitu karena kurangnya pemahanam saat menggunakan alat, dan alat

praktikum yang sudah tidak terlalu berfungsi dengan sangat baik dan juga

melakukan pengukuran yang mesih kurang tepat.

6.4. Perhitungan

6.4.1. Perhitunngan nilai untuk jarak antara celah ke layar (L)

Diketahui : L 1

= (0,3734 ± 4,000 × 10)m

L 2 =

0,1928 ± 3,742 × 10

m

Ditanya : L ??

Jawab :

= (0,3734 + 0,1928) (4,000 × 10± )2 + (3,742 × 10)

= (0.5662) ±1,6 x 10 ) + (1.399508 × 10)

= (0.5662 ± 0.01265464147) cm

6.4.2. Mennghitung Nilai a

Diketahui : L 1 =

0,3734 ± 4,000 × 10

m

L

2

= (0,1928 ± 3,742 × 10)m

A =(0,1018 ± 3,742 × 10)m

Ditanya : a =..?

Jawab :

a = A(L 1 /L 2 )

6.5. Ralat Nisbi

Tabel 6.5.1 Ralat Nisbi Diameter (m)

NO 𝑑(m) 𝑑

̅L

(m) 𝑑 −𝑑

̅L

(m)

̅L

)² (m)

0,

0,

0,00004 1,60× 10

− 9

0, 0,00056 0,00004 1,60× 10

− 9

0, 0,00056 0,00004 1,60× 10

− 9

0, 0,00056 -6E× 10

− 5

3,60× 10

− 9

0, 0,00056 -6E× 10

− 5

3,60× 10

− 9

L

1,20× 10

− 8

( )²

( )

1,20×

= 2,449× 10 m

̅L

0,00056± 2,449× 10

m

Ralat nisbi =

× 100%

2,449×

0,

×100% =4,374%

Ralat kebenaran = 100% - Ralat nisbi

Tabel 6.5.2 Ralat Nisbi L1 (m)

NO 𝐿1(m) 𝐿1(m) (𝐿1 − 𝐿) 1 (m) ( 𝐿1 − 𝐿 1 )²m )(

0,

0,

-0,0004 1,60× 10

− 7

0,374 0, 0,

3,60× 10

− 7

0,374 0, 0,

3,60× 10

− 7

0,374 0, 0,

3,60× 10

− 7

0,372 0,3734 -0,0014 1,96× 10

− 6

3,20× 10

− 6

( )²

( )

3,20×

= 4,000× 10 m

(𝐿1 ± ∆ 𝐿) 1 = ( 0,3734± 4,000× 10 )m

Ralat nisbi =

× 100%

4,000×

0,

×100% =0,107%

Ralat kebenaran = 100% - Ralat nisbi

Tabel 6.5.3 Ralat Nisbi L2 (m)

NO 𝐿2(m) 𝐿2(m) (𝐿2 − 𝐿) 2 (m) ( 𝐿2 − 𝐿 2 )²m )(

0,

0,

-0,0008 6,40× 10

− 7

0, 0,1928 -0,

6, × 10

− 7

0,194 0,1928 0,0012 1,44× 10

− 6

0,193 0,1928 0,0002 4,00× 10

− 8

0,193 0,1928 0,0002 4,00× 10

− 8

2,80× 10

− 6

( )²

( )

2,80×

= 3,742× 10 m

0, ± 3,742× 10 )m

Ralat nisbi =

× 100%

3,742×

0,

×100% =0,194%

Ralat kebenaran = 100% - Ralat nisbi

VII. KESIMPULAN

Pada percobaan interferensi dengan cermin Fresnel, tetap digunakan m.l untuk

syarat beda lintasan optik agar pola maksimum. Hal tersebut dapat dijelaskan

sebagai berikut. Cermin Fresnel terdiri dari dua bagian sehingga cahaya akan

dipantulkan sebanyak dua kali.

Terbentuknya pola gelap terang pada interferensi disebabkan oleh perbedaan

fase gelombang yang terjadi. Pada interferensi cahaya terdapat 2 kemungkinan,

yaitu interferensi maksimum jika dua gelombang sefase atau memiliki selisih = 0,

dan interferensi minimum jika beda fasenya 180

o

DAFTAR PUSTAKA

Budhi. 2015. Pengertian Interfrensi. Pengertianilmu.com

https://www.pengertianilmu.com/2015/01/pengertian-interferensi.html. (Di akses Pada

Tanggal 21 Oktober 2022)

Yuliara, I Made. 2020. Petunjuk Praktikum Eksperimen Fisika Lanjut I. Universitas Udayana:

Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jimbaran

Sugito, H., W.S. Budi, K.S. Firdausi & S.Mahmudah. 2005. Pengukuran Panjang Gelombang

Sumber Cahaya

Halliday & Resnick. 2000. Fisika Jilid 2 Edisi Ketiga.

Jakarta: Erlangga.