


Study with the several resources on Docsity
Earn points by helping other students or get them with a premium plan
Prepare for your exams
Study with the several resources on Docsity
Earn points to download
Earn points by helping other students or get them with a premium plan
An in-depth explanation of van der waals dispersive forces, also known as london forces. Discover the definition, mechanisms, and factors affecting these universal intermolecular forces. Learn about their impact on molecules and their role in intermolecular interactions.
Typology: Cheat Sheet
1 / 4
This page cannot be seen from the preview
Don't miss anything!



Gaya dispersi van der Waals atau Gaya London, merupakan satu- satunya gaya universal yang bertanggung jawab atas interaksi tarik- menarik jarak pendek molekul nonpolar. Gaya tarik ini pertama kali dipelajari pada gas-gas mulia oleh seorang fisikawan Jerman bernama Fritz Wolfgang London pada tahun 1930. Gaya dispersi ini merupakan gaya antarmolekul terlemah. Kekuatannya hanya berkisar dari 1 sampai 10 kJ/mol. Gaya ini terkadang disebut juga gaya tarik dipol yang diinduksi dipol. Meskipun gaya ini merupakan satu-satunya yang berkontribusi terhadap gaya tarik molekul nonpolar, gay aini juga dapat terjadi pada molekul-molekul polar. B. MEKANISME GAYA LONDON Terdapat dua versi mengenai bagaimana terjadinya gaya London. Perbedaan kedua versi ini terdapat pada proses terbentuknya momen dipol sesaat. Pada versi pertama, momen dipol terjadi mengingat adanya fakta bahwa elektron pada atom manapun selalu bergerak. Akibatnya, pada suatu saat tertentu yang sangat singkat, dapat terjadi polarisasi rapatan elektron. Pada saat itu, bentukan awan elektron dianggap mengalami penyimpangan dari simetri bola, sehingga pusat muatan positif dan pusat muatan negatif terpisah dan terjadi momen dipol. Sedangkan pada versi kedua, momen dipol sesaat terjadi ketika dua molekul monoatomik nonpolar dengan elektron-elektron yang kedudukannya simetris saling mendekati, sehingga terjadi gaya tarik inti satu molekul terhadap elektron-elektron pada molekul yang lainnya. Hal ini menyebabkan kedudukan elektron pada molekul yang tertarik tidak lagi simetris, akibatnya terjadi momen dipol pada molekul tersebut. https://www.chem.purdue.edu/gchelp/liquids/disperse.html https://phy.duke.edu/about/history/historical-faculty/fritz-london
Momen dipol sesaat ini akan hilang dan timbul secara terus-menerus dan bergantian. Apabila terdapat molekul nonpolar lain disekitarnya, molekul dengan dipol sesaat dapat menginduksi (mengimbas) molekul tersebut sehingga terjadi dipol terinduksi atau dipol terimbas. https://www.chem.purdue.edu/gchelp/liquids/disperse.html Setelah kedua molekul membentuk dipol sesaat dan dipol terinduksi, maka pada keduanya terjadi gaya tarik elektromagnetik. Gaya tarik elektromagnetik inilah yang disebut sebagai gaya London. C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN GAYA LONDON Kekuatan gaya dispersi London dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ukuran atom dan bentuk molekul. Pada atom-atom yang lebih besar, gaya dispersi yang dihasilkan lebih kuat dibandingkan dengan gaya dispersi pada atom-atom yang lebih kecil. Hal ini disebabkan karena pada atom yang lebih besar, elektron valensi rata-rata lebih jauh dari inti ketimbang pada atom yang lebih kecil, mereka kurang dipegang erat dan lebih mudah membentuk dipol sementara. Gaya dispersi juga ditemukan lebih kuat pada molekul-molekul yang berbentuk silindris ketimbang pada molekul-molekul berbentuk bulat pada berat yang sama, contohnya neopentana (C 5 H 12 ) dan n-pentana (C 5 H 12 ). Pada kasus ini, gaya dispersi lebih kuat pada n-pentana yang memiliki bentuk silindris ketimbang pada neopentana yang berbentuk bulat. Dengan bentuknya yang silindris, molekul-molekul n-pentana lebih mudah untuk bersentuhan satu sama lain secara lebih efektif. Selain kedua faktor di atas, gaya dispersi juga sangat dipengaruhi oleh sifat polarisabilitas molekul. Sifat polarisabilitas merupakan sifat kecenderungan molekul untuk mencapai bentuk terdistorsi atau juga kemudahan distribusi elektron di sekitar atom. Gaya dispersi London cenderung lebih kuat di antara molekul yang mudah terpolarisasi dan lebih lemah pada molekul yang tidak mudah terpolarisasi. D. CONTOH GAYA LONDON Gaya London dapat terjadi pada molekul-molekul nonpolar dan juga pada molekul-molekul polar. Contohnya pada molekul nonpolar seperti interaksi molekul I ₂ dengan I , N₂ ₂ dengan N₂ atau juga pada H ₂ dengan H. Sedangkan pada molekul polar, gaya London dapat terjadi pada₂ senyawa apapun ketika terjadinya momen dipol.