Organizational Climate, Lecture notes of Organizational Communication

The document defines organizational climate as a professional environment element that strongly influences the actions and performance of employees working in that workplace. It describes the concept of organizational climate, its impact on human behavior and behavior in the workplace, and its reflection of an employee's perception of their work environment. The document also discusses the dimensions and factors that affect organizational climate.

Typology: Lecture notes

2022/2023

Available from 10/03/2023

rayunganna
rayunganna 🇮🇩

3 documents

1 / 8

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
Iklim Organisasi
Sabrina Rahma Utami, S.I.Kom., M.I.Kom
pf3
pf4
pf5
pf8

Partial preview of the text

Download Organizational Climate and more Lecture notes Organizational Communication in PDF only on Docsity!

Iklim Organisasi

Sabrina Rahma Utami, S.I.Kom., M.I.Kom

Iklim Organisasi

Iklim organisasi didefinisikan sebagai unsur lingkungan profesional yang memiliki pengaruh kuat terhadap tindakan dan kinerja karyawan yang bekerja di tempat kerja tersebut. Iklim organisasi adalah sebuah konsep yang diperkenalkan pada tahun 1940 - an dan telah mampu menggambarkan pola-pola yang berdampak pada perilaku manusia serta perilaku di tempat kerja. Hal tersebut merupakan cerminan dari persepsi yang dimiliki seorang karyawan terhadap lingkungan kerjanya. Iklim organisasi juga dikenal sebagai iklim perusahaan karena mengkuantifikasi budaya perusahaan. Ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan kerja, produktivitas dan tingkat motivasi karyawan dalam organisasi.

Dimensi Iklim Organisasi

Menurut Steers (1985), terdapat sembilan aspek yang membentuk dimensi struktur organisasi, yaitu:

  • Struktur (Structure ). Karyawan memersepsikan dirinya mengetahui aturan, peraturan, prosedur yang ada serta birokasi tertentu dalam organisasi.
  • Tanggung jawab (Responsibility ). Karyawan memersepsikan dirinya menjadi seorang pimpinan dalam melakukan pekerjaannya sendiri, tanpa perlu meninjau ulang keputusan yang diambilnya.
  • Penghargaan (Reward ). Karyawan memersepsikan sebuah penghargaan yang diterima adalah hasil dari pekerjaan yang dilakukan dengan baik.
  • Kehangatan (Warmth). Karyawan melihat keseluruhan persahabatan yang terbentuk dari interaksi kelompok sosial secara informal di dalam organisasi.

Dimensi Iklim Organisasi

  • Dukungan (Support). Karyawan melihat pemberian bantuan yang dilakukan berdasarkan pada hubungan timbal balik antara atasan dengan bawahan.
  • Standar (Standard ). Karyawan melihat standar kinerja yang dinyatakan secara implisit dan eksplisit dalam organisasi.
  • Konflik (Conflict ). Karyawan melihat sebuah konflik terjadi karena adanya perbedaan pendapat dari masing-masing anggota di dalam organisasi.
  • Risiko (Risk ). Karyawan melihat risiko kerja dapat terjadi di dalam organisasi. Salah satu penyebab terlihat pada jenis pekerjaannya. Jenis pekerjaan tersebut memengaruhi besar kecilnya risiko yang di dapat.
  • Identitas (Identity). Karyawan melihat dirinya merasa memiliki perusahaan serta menjadi anggota dalam sebuah tim kerja.

Faktor yang Mempengaruhi Iklim Organisasi

  • Faktor Manajer/ Pimpinan: Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh pimpinan atau manajer mempengaruhi iklim dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.

Faktor yang Mempengaruhi Iklim Organisasi

  • Faktor Tingkah Laku Karyawan/ Anggota: Tingkah laku karyawan mempengaruhi iklim melalui kepribadian mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut.
  • Faktor Tingkah Laku Kelompok Kerja: Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal, sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.
  • Faktor Eksternal