




































































Study with the several resources on Docsity
Earn points by helping other students or get them with a premium plan
Prepare for your exams
Study with the several resources on Docsity
Earn points to download
Earn points by helping other students or get them with a premium plan
this is tell us about tenses and this document will be good to be learn
Typology: Study notes
1 / 76
This page cannot be seen from the preview
Don't miss anything!





































































SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) KOTA PEKANBARU
Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Akuntansi pada Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Oleh RIA JAYANTI 01574204922
Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru yaitu dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan sebagai pedoman pengelola keuangan dan barang milik daerah, pelaksana tugas dukungan teknis, pemantauan, evaluasi, pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang urusan, pelaksana adaministrasi badan dan pelaksana fungsi lain yang diberikan oleh walikota sesuai bidang. Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem akuntansi pengeluaran kas pada Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru telah efektif dan efesien. Metode analisis yang digunakan dalam analisis deskriptif. Dari data tersebut penulis dapat melakukan analisis dan membuat suatu kesimpulan dan saran dalam prakteknya penulis menemukan dengan adanya penerapan sistem akuntansi yang baik terhadap pengeluaran kas maka lajunya arus kas yang keluar dapat ditangani dengan baik sehingga semakin baik sistem akuntansi pengeluaran kas yang diterapkan maka semakin dapat dipercaya besarnya kas yang ada pada laporan keuangan. Namun sistem akuntansi pengeluaran kas hanya mengontrol pengeluaran yang besar saja sehingga pengeluaran yang bersifat kecil seperti perlengakapan kantor dan dana konsumsi untuk kepentingan rapat dan lain sebagainya sangatlah terkendala karena pada sistem SIPKD ini bukti pengeluaran yang bersifat kecil diatur serta dibuat catatan keuangan yang dibukukan kembali oleh bagian keuangan tujuannya agar kesekretarian tidak perlu meminta dana kebagian keuangan setiap kali ingin mengeluarkan dana yang relative kecil maka dari itu sebaiknya dapat menyiapkan sistem yang mencerminkan detail laporan yang bisa dipertanggungjawabkan untuk pihak eksternal / BPK Berdasarkan hasil dari pengamatan ini penulis menyimpulkan bahwa sistem akuntansi pengeluaran kas pada Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru telah efektif dan efesien yang dapat mempermudah dan memperlancar kinerja para pegawai.
Kata Kunci : Sistem Akuntansi, Pengeluaran Kas
i
Berkat rahmat dan karunia Allah SWT penulis diberikan kesempatan dan kekuatan dalam menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa shalawat beriring salam penulis kirimkan kepada junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari alam kegelapan kealam yang penuh imam dan islam. Penulis telah menyelesaikan Tugas Akhir ini guna memperoleh gelar ahli madya dengan judul SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) KOTA PEKANBARU” Penulis menyadari sepenuhnya akan kekurangan dan keterbatasan yang penulis miliki namun berkat izin dari Allah SWT dan berkat bantuan serta bimbingan petunuk dari berbagai pihak sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-[ihak yang banyak membantu dalam menulis Tugas Akhir ini:
ii
Semoga kebaikan yang telah dilakukan tersebut menjadi amal yang diterima disisi Allah SWT dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Akhir kata penulis mengharapkan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan yang membutuhkan. Akhirnya penulis berharap semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi penulisnya khususnya, pembaca pada umumnya. Pekanbaru, 13 Mei 2020 Penulis
01574204922 Ria Jayanti
iv
ABSTRAK................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ....................................................................................... ix
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 4 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ......................................................... 4 1.4 Metode Penulisan ............................................................................. 5 1.5 Sistematika Penulisan ....................................................................... 6
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ........................................ 7
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan .............................................................. 7 2.2 Visi dan Misi Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru ....................................................................................... 8 2.3 Struktur Organisasi Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru ............................................................................... 9 v
3.2.3 Administrasi Pengeluaran kas ........................................................ 58 3.2.4 Prosedur Pengeluaran Kas pada Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru .................................................. 60 3.2.4.1 Penerbit Surat Penyediaan Dana (SPD) ................................ 60 3.2.4.2 Prosedur Pengajuan Permintaan pembayaran (SPP) ............. 60 3.2.4.3 Penerbitan Surat Permintaan Membayar (SPM) ................... 61 3.2.4.4 Penerbitan Surat Pertanggung Dana (SP2D)......................... 63 3.2.4.5 Surat Pertanggung Jawaban ................................................. 64 3.2.4.6 Jurnal Pengeluaran Kas ........................................................ 65
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ...................................................................................... 67 4.2 Saran ................................................................................................ 68
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi
Gambar 3.1 Sistem Informasi Pengelolaan keuangan Daerah (SIPKD)
viii
1.1 LATAR BELAKANG
Pada dasarnya setiap perusahaan, badan usaha, organisasi dan lembaga- lembaga pemerintahan sekalipun, menempatkan laporan keuangan sebagai laporan data yang memuat informasi keuangaan yang sangat bermanfaat untuk kepentingan pihak internal maupun eksternal. Dalam instansi-instansi pemerintah semua laporan keuangan yang dibuat harus mempunyai bentuk yang sesuai dengan standar akuntansi publik yang telah ditetapkan. Salah satu metode dengan menerapkan sistem akuntansi yang akuntable dan relavan, mulai dari pemerintah pusat sampai kepemerintah daerah. Sistem akuntansi merupakan kumpulan dari prosedur penerimaan dan pengeluaran kas, prosedur penjualan, prosedur pembelian dan buku besar. Jadi dapat dikatakan sistem akuntansi terdiri dari subsistem yang saling berkaitan. Widana Putra dkk (2009:22)
Dalam memenuhi kebutuhan informasi yang bermacam-macam dan rumit, sistem akuntansi pemerintah menggunakan aplikasi SIPKD (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah) sebagai alat bantu mempermudah pengelolaan keuangan yang efisien, efektif, dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat luas.
1
2
Akuntansi merupakan suatu sistem pengukuran dan sistem komunikasi untuk memberikan informasi ekonomi dan sosial atas suatu entitas yang dapat diidentifikasi sehingga memungkinkan pemakai untuk membuat pertimbangan dan keputusan mengenai sumber daya yang optimal dan tingkat pencapaian tujuan organisasi. Tujuan dasar akuntansi adalah untuk mencatat, memproses dan melaporkan informasi keuangan.
Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru berdiri pada tanggl 1 Januari 2014. Apabila pengelola sistem dan prosedur berjalan dengan baik, maka akan memperlancar kinerja organisasi. Hal ini berarti setiap sistem dan prosedur harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dipemerintah dan juga terwujudnya transparan serta akuntabilitas yang menuju ke pemerintahan yang “Good Governance”
proses mulai dari pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan pengeluaran kas dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer.
Dalam hubungan dan pekerjaan perbaikan/penyusunan sistem akuntansi, dalam hal ini bagian keuangan daerah bertanggung jawab untuk selalu menindak lanjuti atau mengecek jalannya sistem akuntansi. Sistem akuntansi yang
4
KAS PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) KOTA PEKANBARU”.
1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah sistem akuntansi pengeluaran kas pada Badan Pengelolan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru sudah efektif dan efisien?” 1.3 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 1.3.1 Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian laporan ini adalah: “ Untuk mengetahui Apakah sistem akuntansi pengeluaran kas pada Badan Pengelolan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru sudah efektif dan efisien?” 1.3.2 Manfaat Penelitian a. Sebagai bahan masukan bagi pihak instansi untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan lebih menyempurnakan lagi dalam melaksanakan sistem akuntansi. b. Agar dapat dijadikan referensi bagi pihak lain yang ingin meneliti masalah yang sama mengenai sistem akuntansi.
5
1.4 METODE PENELITIAN 1.4.1 Lokasi Penelitian Adapun tempat penelitian laporan ini dilakukan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang lokasinya di Jl. Jenderal Sudirman No.464, Wonorejo, Kec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28000 Waktu penulisan dilakukan mulai 19 Maret 2019 hingga 20 Desember
1.4.2 Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Data Primer, adalah data yang diperoleh langsung dari pegawai Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru bagian akuntansi dan keuangan tentang sistem akuntansi pengeluaran kas. b. Data Sekunder, adalah data – data dari kantor yang sudah jadi seperti struktur organisasi dan sejarah kantor Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru c. Sumber data diperoleh dari sub bagian keuangan yaitu melalui wawancara dengan staf-staf sub bagian keuangan pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru. Analisis data yang digunakan dalam memperoleh data adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu studi kasus nya mengarah pada pendeskripsian secara rinci mengenai kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya dilapangan studinya.
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) berdiri pada tanggal 1 Januari 2014. Pada saat itu bernama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekanbaru yang merupakan penggabungan 2 (dua) Bagian di Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Pekanbaru yaitu Bagian Keuangan dan Bagian Perlengkapan. Penggabungan dua bagian tersebut bertujuan untuk memaksimalkan tugas dan fungsi sebagai pengelola keuangan dan aset dilingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai komitmen nyata Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mewujudkan keinginan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekanbaru pada saat itu terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 10 tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 9 tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi, Kedudukan dan Tugas Pokok Lembaga Teknis Daerah dilingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Peraturan Walikota Nomor 85 tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 18 tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dilingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Terhitung Januari 2017 Badan Pengelolaan Keuangan Kota Pekanbaru berubah nama menjadi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota
7
8
Pekanbaru berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 9 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Pekanbaru dan Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 118 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekanbaru.
2.2 Visi dan Misi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru
Visi:
“Terwujudnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang berkualitas, transparan dan akuntabel dalam mendukung kota pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani.”
Misi:
a) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparat yang profesional dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.
b) Mewujudkan anggaran daerah yang berbasis kinerja dan tepat waktu.
c) Meningkatkan kualitas sistem pengelolaan keuangan dan aset daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
d) Mewujudkan laporan keuangan yang akuntabel.