summarizes document found, Summaries of Business

describe the content in depth index

Typology: Summaries

2023/2024

Uploaded on 09/16/2024

jauharotun-nisa
jauharotun-nisa 🇺🇸

1 document

1 / 2

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
KELOMPOK 2 :
1. Rania Asyifa Qolby / 003241029
2. Fayza Farrel Navaro / 125241068
3. Jauharotun Nisa’ / 171241061
4. Annisa Churin’in / 144241065
5. Luska Rensy Nurwiana/ 171241063
6. Ahmad Zaidan Madani / 176241073
Evaluasi TM 1 :
1. Seberapa pentingkah membangun karakter kolaborasi dalam kerjasama tim ?
Banyak permasalahan dan isu yang berkembang di masyarakat saat ini.
Permasalahan-permasalaha tersebut sulit dipecahkan jika hanya dilihat dari satu sisi,
sehingga diperlukan perhatian atau sudut pandang dari berbagai aspek. Untuk itulah
kolaborasi dari berbagai pihak dan disiplin ilmu sangat penting dan sangat diperlukan.
Berkolaborasi mengingatkan kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu
sama lain. Berkolaborasi secara efektif dapat mempersingkat waktu bekerja lebih
efisien, meningkatkan produktivitas, dan mencapai tujuan yang telah ditetepkan. Jika
kolaborasi tidak direalisasikan, maka akan terjadi ketidakkompakan antar bidang yang
hanya akan mementingkan urusannya masing-masing sehingga akan berakibat pada
tujuan tim terhambat.
2. Bagaimana pelaksanaan kolaborasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah di
masyarakat ?
Pelaksanaan kolaborasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah di masyarakat
dapat melibatkan beberapa langkah kunci, yaitu:
1. Identifikasi Masalah dan Tujuan
2. Libatkan Pemangku Kepentingan
3. Bangun Komunikasi yang Terbuka
4. Tentukan Peran dan Tanggung Jawab
5. Kembangkan Rencana Aksi Bersama
6. Monitor dan Evaluasi
7. Fasilitasi Dialog dan Resolusi Konflik
8. Sosialisasi dan Pendidikan
Salah satu contoh kasus kolaborasi efektif dalam menyelesaikan masalah di
masyarakat adalah penanggulangan krisis air bersih di sebuah desa terpencil di
Indonesia. Berikut adalah bagaimana kolaborasi dapat dijalankan dalam situasi ini:
1. Identifikasi Masalah:Desa tersebut mengalami kekurangan air bersih akibat
pencemaran sumber air dan perubahan iklim.
2. Libatkan Pemangku Kepentingan:
Pemerintah Lokal: Menyediakan dukungan kebijakan dan pendanaan.
Organisasi Non-Pemerintah (NGO): Menawarkan keahlian teknis dan sumber daya.
pf2

Partial preview of the text

Download summarizes document found and more Summaries Business in PDF only on Docsity!

KELOMPOK 2 :

  1. Rania Asyifa Qolby / 003241029
  2. Fayza Farrel Navaro / 125241068
  3. Jauharotun Nisa’ / 171241061
  4. Annisa Churin’in / 144241065
  5. Luska Rensy Nurwiana/ 171241063
  6. Ahmad Zaidan Madani / 176241073 Evaluasi TM 1 :
    1. Seberapa pentingkah membangun karakter kolaborasi dalam kerjasama tim? Banyak permasalahan dan isu yang berkembang di masyarakat saat ini. Permasalahan-permasalaha tersebut sulit dipecahkan jika hanya dilihat dari satu sisi, sehingga diperlukan perhatian atau sudut pandang dari berbagai aspek. Untuk itulah kolaborasi dari berbagai pihak dan disiplin ilmu sangat penting dan sangat diperlukan. Berkolaborasi mengingatkan kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Berkolaborasi secara efektif dapat mempersingkat waktu bekerja lebih efisien, meningkatkan produktivitas, dan mencapai tujuan yang telah ditetepkan. Jika kolaborasi tidak direalisasikan, maka akan terjadi ketidakkompakan antar bidang yang hanya akan mementingkan urusannya masing-masing sehingga akan berakibat pada tujuan tim terhambat.
    2. Bagaimana pelaksanaan kolaborasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah di masyarakat? Pelaksanaan kolaborasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah di masyarakat dapat melibatkan beberapa langkah kunci, yaitu:
      1. Identifikasi Masalah dan Tujuan
      2. Libatkan Pemangku Kepentingan
      3. Bangun Komunikasi yang Terbuka
      4. Tentukan Peran dan Tanggung Jawab
      5. Kembangkan Rencana Aksi Bersama
      6. Monitor dan Evaluasi
      7. Fasilitasi Dialog dan Resolusi Konflik
      8. Sosialisasi dan Pendidikan Salah satu contoh kasus kolaborasi efektif dalam menyelesaikan masalah di masyarakat adalah penanggulangan krisis air bersih di sebuah desa terpencil di Indonesia. Berikut adalah bagaimana kolaborasi dapat dijalankan dalam situasi ini: 1. Identifikasi Masalah: Desa tersebut mengalami kekurangan air bersih akibat pencemaran sumber air dan perubahan iklim. 2. Libatkan Pemangku Kepentingan: Pemerintah Lokal: Menyediakan dukungan kebijakan dan pendanaan. Organisasi Non-Pemerintah (NGO): Menawarkan keahlian teknis dan sumber daya.

Komunitas Lokal: Berpartisipasi dalam perencanaan dan implementasi solusi. Sektor Swasta: Menyediakan teknologi dan materi yang diperlukan.

3. Bangun Komunikasi yang Terbuka: Mengadakan pertemuan reguler antara semua pihak untuk mendiskusikan kemajuan dan tantangan. 4. Tentukan Peran dan Tanggung Jawab: Pemerintah Lokal: Menyediakan infrastruktur dasar dan regulasi. NGO: Melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang cara menjaga kualitas air. Komunitas Lokal: Berpartisipasi dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem air. Sektor Swasta: Menyediakan teknologi penyaringan air. 5. Kembangkan Rencana Aksi Bersama: Merancang sistem penyaringan air berbasis komunitas, dengan jadwal pelaksanaan dan penanggung jawab yang jelas. 6. Monitor dan Evaluasi: Melakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik dan memberikan hasil yang diharapkan. 7. Fasilitasi Dialog dan Resolusi Konflik: Menyediakan forum bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan saran terkait sistem air. 8. Sosialisasi dan Pendidikan: Melaksanakan pelatihan tentang pentingnya sanitasi dan pemeliharaan sistem air kepada masyarakat. Hasil dari kolaborasi ini bisa berupa sistem penyediaan air bersih yang berfungsi dengan baik, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mengurangi risiko penyakit terkait air. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya peran berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah kompleks melalui kolaborasi yang terencana dan terkoordinasi.