Calculation of electronics physics, Essays (university) of Calculus

This needed in Electronics practice

Typology: Essays (university)

2022/2023

Uploaded on 10/28/2024

fadly
fadly 🇸🇬

1 document

1 / 18

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
Laporan Praktikum
Praktikum Fisis 1
RANGKAIAN ARUS LISTRIK BOLAK BALIK
DISUSUN OLEH :
NAMA : SYAHRUL MAULANA R.A
NIM : H021231072
KELOMPOK : XII (DUA BELAS)
TANGGAL PRAKTIKUM : 22 OKTOBER 2024
ASISTEN : DWIKI DARMAWAN
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI
DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2024
pf3
pf4
pf5
pf8
pf9
pfa
pfd
pfe
pff
pf12

Partial preview of the text

Download Calculation of electronics physics and more Essays (university) Calculus in PDF only on Docsity!

Laporan Praktikum

Praktikum Fisis 1

RANGKAIAN ARUS LISTRIK BOLAK BALIK

DISUSUN OLEH :

NAMA : SYAHRUL MAULANA R.A

NIM : H

KELOMPOK : XII (DUA BELAS)

TANGGAL PRAKTIKUM : 22 OKTOBER 2024

ASISTEN : DWIKI DARMAWAN

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

DEPARTEMEN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan

akan sistem elektronik yang semakin canggih, penting untuk memiliki aplikasi

modern yang tidak hanya cepat tetapi juga akurat dalam menyelesaikan

permasalahan fisika. Salah satu komponen kunci dalam perhitungan numerik

dalam elektronika adalah rangkaian RC, yang melibatkan proses pengisian dan

pengosongan kapasitor. Pengisian dan pengosongan ini merupakan fungsi

eksponensial terhadap waktu, sehingga perhitungan yang akurat sangat diperlukan

untuk memahami perilaku arus dan tegangan dalam rangkaian tersebut.

Rangkaian RC adalah salah satu rangkaian dasar yang sering ditemui

dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangkaian ini, kapasitor menyimpan energi

dalam bentuk muatan listrik, sementara resistor mengendalikan aliran arus. Proses

pengisian dan pengosongan kapasitor melalui resistor menyebabkan tegangan dan

arus berubah seiring waktu, sehingga pemahaman mendalam mengenai hubungan

antara waktu, tegangan, dan arus sangat penting.

Pada proses pengisian kapasitor, kapasitor akan terisi oleh muatan listrik

yang berasal dari sumber tegangan hingga mencapai kapasitas maksimumnya.

Semakin lama proses pengisian berlangsung, semakin besar tegangan yang

disimpan oleh kapasitor. Sebaliknya, saat kapasitor mengalami pengosongan,

tegangan yang tersimpan akan berkurang secara eksponensial hingga akhirnya

mencapai nol. Proses ini terjadi karena muatan yang disimpan di dalam kapasitor

dilepaskan melalui resistor, menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk

melakukan kerja dalam rangkaian [1]

Oleh karena itu, dilakukan percobaan ini dengan tujuan untuk memahami

suatu prinsip pengisian dan pengosongan energi dalam suatu kapasitor,

menentukan tetapan waktu dan mengetahui suatu kapasitansi kapasitor, serta

membuat grafik pengisian dan pengosongan kapasitor sehingga praktikan dapat

mengetahui dan memahami serta menerapkan dengan baik suatu percobaan

pengisian dan pengosongan kapasitor.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Prinsip Pengisian Kapasitor

Pengisian kapasitor terjadi ketika kapasitor dihubungkan dengan sumber

tegangan DC melalui sebuah resistor. Pada saat awal pengisian, arus mengalir

dengan kuat karena belum ada tegangan di kapasitor. Tegangan pada kapasitor

secara bertahap meningkat seiring dengan akumulasi muatan di dalamnya,

sedangkan arus yang mengalir mulai menurun. Proses ini akan terus berlanjut

hingga tegangan pada kapasitor mendekati tegangan sumber. Saat tegangan

kapasitor meningkat, arus yang mengalir dalam rangkaian menurun. Ini karena

tegangan pada kapasitor yang meningkat menyebabkan perbedaan potensial antara

sumber dan kapasitor semakin kecil. Arus maksimum terjadi pada saat saklar

ditutup, sementara kapasitor masih dalam kondisi kosong. Seiring waktu, ketika

kapasitor terisi, laju pengisian menurun, menyebabkan arus juga menurun [2].

Pengisian kapasitor bukanlah proses linier, melainkan eksponensial. Pada

awalnya, pengisian berlangsung cepat, namun semakin lama, proses ini melambat.

Tegangan terus mendekati tegangan sumber, tetapi tidak pernah benar-benar

mencapainya dalam waktu yang terbatas. Kondisi ini terjadi karena arus yang

mengalir terus menurun seiring dengan meningkatnya muatan pada kapasitor.

Dalam konteks rangkaian RC, waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitor

hingga 63% dari tegangan sumber dikenal sebagai konstanta waktu. Semakin

besar nilai resistor atau kapasitor, semakin lama waktu pengisian. Pada waktu

empat kali konstanta waktu (4τ), kapasitor hampir terisi penuh, dengan tegangan

yang hampir sama dengan tegangan sumber [3].

Setelah kapasitor terisi penuh, tidak ada lagi arus yang mengalir melalui

rangkaian. Pada titik ini, kapasitor dapat dianggap sebagai sirkuit terbuka, dengan

seluruh tegangan disimpan dalam medan listrik di antara pelat-pelat kapasitor.

Tegangan pada kapasitor akan tetap konstan selama kapasitor tidak terhubung ke

beban atau resistor untuk melepaskan muatannya, dan akan mulai berkurang jika

terhubung ke sirkuit yang dapat mengalirkan arus [3].

II.2 Prinsip Pengosongan Kapasitor

Pengosongan kapasitor terjadi ketika kapasitor yang telah terisi penuh

dilepaskan dari sumber tegangan dan dihubungkan ke rangkaian beban atau

resistor. Saat saklar ditutup, muatan dalam kapasitor mulai mengalir keluar

melalui resistor. Pada saat ini, tegangan dan arus yang mengalir dalam rangkaian

mulai berkurang seiring waktu. Tegangan pada kapasitor menurun secara

eksponensial, sejalan dengan waktu pengosongan. Arus yang mengalir pada

rangkaian juga menurun dengan cara yang sama, karena jumlah muatan yang

tersisa dalam kapasitor semakin berkurang. Proses ini terus berlangsung sampai

muatan dalam kapasitor benar-benar habis, dan arus yang mengalir pun mencapai

nol [4].

Sama halnya dengan pengisian, pengosongan kapasitor juga diatur oleh

konstanta waktu τ\tauτ. Konstanta waktu dalam pengosongan menunjukkan

berapa lama waktu yang dibutuhkan kapasitor untuk melepaskan 63% dari

muatannya. Semakin besar resistansi atau kapasitansi, semakin lama waktu yang

diperlukan untuk mengosongkan kapasitor sepenuhnya. Pengosongan kapasitor

pada rangkaian RC juga tidak sepenuhnya linier, melainkan eksponensial. Pada

awal pengosongan, laju pelepasan muatan sangat cepat, namun semakin lama,

proses ini melambat. Arus yang mengalir berkurang secara bertahap hingga

akhirnya berhenti, ketika semua muatan telah dilepaskan [3].

Saat proses pengosongan berakhir, tegangan dan arus dalam rangkaian

mencapai nol. Pada saat ini, kapasitor kembali ke kondisi awal tanpa muatan, dan

dapat diisi kembali melalui proses pengisian ulang. Proses ini dapat diulang

berkali-kali dalam sistem elektronika yang menggunakan kapasitor sebagai

komponen penyimpan energi [3].

II.3 Konstanta Waktu ( Time Constant )

Konstanta waktu τ adalah parameter penting dalam proses pengisian dan

pengosongan kapasitor pada rangkaian RC. Konstanta waktu didefinisikan sebagai

hasil perkalian antara nilai resistansi R dan kapasitansi C, yaitu

τ = RC. (2.1)

tegangan hampir mencapai nilai puncaknya dalam pengisian, atau mendekati nol

dalam pengosongan [3].

Grafik ini memvisualisasikan perilaku arus dan tegangan terhadap waktu.

Grafik di atas menggambarkan proses pengisian dan pengosongan kapasitor dalam

rangkaian RC, dengan sumbu x mewakili waktu dan sumbu y mewakili tegangan.

Pada kurva pengisian (charging), tegangan meningkat secara eksponensial seiring

waktu. Pada awalnya, tegangan naik dengan cepat karena kapasitor mengisi

muatan dari sumber tegangan. Namun, seiring waktu, laju pengisian melambat

dan tegangan mendekati tegangan maksimum sumber, tetapi tidak pernah

mencapainya secara sempurna dalam waktu terbatas. Sebaliknya, pada kurva

pengosongan (discharging), tegangan menurun secara eksponensial saat kapasitor

melepaskan muatan melalui resistor. Pada awal pengosongan, tegangan turun

dengan cepat, tetapi seperti pada pengisian, laju penurunan melambat seiring

waktu. Tegangan terus menurun hingga mendekati nol saat kapasitor benar-benar

kosong [3].

Kedua kurva ini menggambarkan karakteristik eksponensial dari proses

pengisian dan pengosongan kapasitor, yang diatur oleh konstanta waktu

τ = RC .

Konstanta waktu ini menentukan seberapa cepat kapasitor diisi atau dikosongkan.

Pada setiap interval τ , tegangan pada kapasitor akan mencapai sekitar 63% dari

nilai akhir dalam pengisian, atau turun sebesar 63% dari nilai awal dalam

pengosongan. Grafik pengisian dan pengosongan juga menunjukkan hubungan

Gambar 2.1 Grafik Pengisian dan Pengosongan Kapasitor

erat antara tegangan dan arus dalam kapasitor. Ketika tegangan meningkat, arus

menurun, dan sebaliknya. Hubungan ini menjadi kunci dalam memahami

bagaimana kapasitor bekerja dalam rangkaian, serta pentingnya perhitungan

konstanta waktu untuk mencapai keseimbangan dalam system [3].

II.5 Pengaruh Kapasitas dan Resistansi

Nilai kapasitansi C dan resistansi R memiliki pengaruh langsung terhadap

kecepatan pengisian dan pengosongan kapasitor. Kapasitansi adalah ukuran

kapasitor dalam menyimpan muatan, sedangkan resistansi menentukan hambatan

terhadap aliran arus dalam rangkaian. Semakin besar nilai kapasitansi, semakin

lama waktu yang diperlukan untuk mengisi atau mengosongkan kapasitor.

Resistansi tinggi menyebabkan aliran arus dalam rangkaian terhambat, sehingga

memperlambat pengisian dan pengosongan kapasitor. Dalam rangkaian dengan

resistansi rendah, arus mengalir lebih cepat, sehingga kapasitor dapat diisi atau

dikosongkan lebih cepat. Oleh karena itu, resistansi dan kapasitansi harus dipilih

dengan tepat untuk aplikasi tertentu [4].

Kapasitas besar memungkinkan kapasitor menyimpan lebih banyak

muatan, yang berarti lebih banyak energi listrik yang dapat disimpan. Namun,

untuk mengisi kapasitor dengan kapasitansi besar, dibutuhkan lebih banyak waktu

karena lebih banyak muatan yang harus dipindahkan. Dalam pengosongan,

kapasitor dengan kapasitansi besar juga membutuhkan lebih banyak waktu untuk

melepaskan seluruh muatannya. Selain itu, karena kemampuan untuk menyimpan

energi yang lebih tinggi, kapasitor dengan kapasitansi besar sering digunakan

dalam aplikasi yang memerlukan penyimpanan energi sementara, seperti dalam

sistem penyimpanan energi terbarukan. Meskipun demikian, ukuran fisik dan

biaya kapasitor tersebut juga cenderung lebih tinggi, yang harus dipertimbangkan

dalam desain sirkuit [5].

Hubungan antara resistansi dan kapasitansi juga penting dalam aplikasi

praktis, seperti dalam filter sinyal. Kombinasi nilai R dan C menentukan frekuensi

potong filter, yang mempengaruhi seberapa efektif rangkaian dapat memproses

sinyal tertentu. Oleh karena itu, pemilihan nilai R dan C harus disesuaikan dengan

kebutuhan spesifik aplikasi tersebut. Secara keseluruhan, nilai kapasitansi dan

resistansi mempengaruhi dinamika pengisian dan pengosongan kapasitor. Dengan

LAMPIRAN

[1]

[2]

[3]

[5]