High School Final Scientific Paper, High school final essays of Biology

dokumen ini merupakan karya tulis ilmiah milikku dan teman temanku, dokumen ini berisi tentang bergadang dan pengaruhnya terhadap diri kita, ini kami gunakan sebagai syarat kelulusan sma kami, dan guru pembimbing memberikan nilai sangat baik kepada kami, kami harap ini dapat membantu siapapun sebagai referensi karya tulis ilmiah mereka, terutama di bidang biologi dan kesehatan mental serta psikis. this document is a scientific paper that belongs to me and my friends, this document contains about staying up late and its effects on us, we use this as a requirement for our high school graduation, and the supervising teacher gives us very good grades, we hope this can help anyone as a work reference their scientific writing, especially in the fields of biology and mental and psychic health.BI

Typology: High school final essays

2022/2023

Available from 08/22/2023

rizkiani-fanny
rizkiani-fanny 🇮🇩

1 document

1 / 34

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
PENGARUH BERGADANG TERHADAP SEMANGAT BELAJAR SISWA
KELAS XII MIPA 5 TAHUN AJARAN 2022/2023 SMA NEGERI 19
BANDUNG
Karya Tulis
diajukan untuk menyelesaikan Tugas Akhir Sekolah
Oleh
Kelompok 1
XII MIPA 5
1. Ahmad Fauzan H. (0047381230)
2. Akhilda Syalsha F. (0046627987)
3. Dafa Ramdhani (0041403844)
4. Dendi Nurhidayat A. (0006276014)
5. Fanny Rizkiani S. (0051190767)
6. Nur Annisa S. (0052121536)
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII
SMA NEGERI 19 BANDUNG
2023
pf3
pf4
pf5
pf8
pf9
pfa
pfd
pfe
pff
pf12
pf13
pf14
pf15
pf16
pf17
pf18
pf19
pf1a
pf1b
pf1c
pf1d
pf1e
pf1f
pf20
pf21
pf22

Partial preview of the text

Download High School Final Scientific Paper and more High school final essays Biology in PDF only on Docsity!

PENGARUH BERGADANG TERHADAP SEMANGAT BELAJAR SISWA

KELAS XII MIPA 5 TAHUN AJARAN 2022/2023 SMA NEGERI 19

BANDUNG

Karya Tulis diajukan untuk menyelesaikan Tugas Akhir Sekolah Oleh Kelompok 1 XII MIPA 5

  1. Ahmad Fauzan H. (0047381230)
  2. Akhilda Syalsha F. (0046627987)
  3. Dafa Ramdhani (0041403844)
  4. Dendi Nurhidayat A. (0006276014)
  5. Fanny Rizkiani S. (0051190767)
  6. Nur Annisa S. (0052121536) PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII SMA NEGERI 19 BANDUNG 2023

LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis ini telah dibaca dan disetujui oleh: Guru Pembimbing 1 Guru Pembimbing 2 Dra. Mimin Maemunah Nenden Sri Mulyati, S.Pd NIP. 196510221988112001 NIP. 197003112021212001 Mengetahui, Kepala SMA Negeri 19 Bandung Imam Lubisasono, S.Pd.I. M.Pd NIP. 197602162009021001

Abstract

This scientific writing entitled "THE INFLUENCE OF STAYING ALWAYS ON LEARNING SPIRIT OF STUDENTS IN CLASS XII MIPA 5 ACADEMIC YEAR 2022/2023 SMA NEGERI 19 BANDUNG" will discuss what students do when they stay up late and the impact caused by staying up late itself. The purpose of carrying out research on this scientific paper is to examine how much influence staying up late has on the enthusiasm of class XII MIPA 5 SMA Negeri 19 Bandung. The technique of collecting data in this scientific paper is by distributing questionnaires. Researchers also use the Big Indonesian Dictionary (KBBI) as a reference for the definition of staying up late.We write this scientific paper based on facts that are often experienced, especially among students. Based on research results. We, from various articles on the internet, know the dangers of staying up late among students and we know that there are many harmful effects of staying up late for the students themselves. Staying up late or not sleeping for long periods of time can affect one's health and performance. This can cause problems such as fatigue, bad mood, poor concentration, and an increased risk of various health problems. It is hoped that this scientific writing will be useful for readers and can be used as a benchmark for how students manage their sleep patterns to be more effective so they can follow conducive teaching and learning activities with teachers in schools. Key Words: stay up late, impact, concentration iv

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. Atas rahmat-Nya yang selama ini kita dapatkan, yang memberi hikmah bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karena-Nya kami dapat menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir yang ditugaskan sekolah. Dalam proses penyusunan tugas ini kami menjumpai berbagai hambatan, tetapi berkat dukungan materi dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik. Oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu pembimbing I dan II yang selalu memberikan bimbingan, waktu, dan masukan sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah. Serta, tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada guru yang telah memberi masukan dan sarannya. Tugas ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan. Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya. Bandung, 19 Januari 2023 Kelompok 1 XII MIPA 5 v

vii

DAFTAR GRAFIK

GRAFIK 3. 1 PERSENTASE POLA TIDUR....................................................... 12

GRAFIK 3. 2 PENGARUH BERGADANG......................................................... 19

BAGIAN I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang mutlak harus dipenuhi oleh semua orang. Manfaat dari tidur itu sendiri adalah untuk mengistirahatkan tubuh, sehingga setiap orang pasti membutuhkannya. Tidur memiliki beberapa dampak positif yaitu, memperbaiki sel rusak, meningkatkan daya ingat, mencegah penyakit, meningkatkan energi, dan mencegah stress. Oleh karena itu, setiap manusia harus mendapatkan hasil istirahat yang maksimal agar mendapatkan kualitas tidur yang baik. Saat ini, sebagian besar siswa lebih sering bergadang. Bergadang merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh sebuah kelompok maupun individu. Akibat dari bergadang akan menimbulkan suatu masalah kesehatan baik itu fisik dan mental. Terutama kami pribadi adalah siswa yang sering bergadang baik itu pada saat ada tugas sekolah maupun tidak. Bergadang karena alasan yang logis dengan sebab beberapa kepentingan yang harus diselesaikan, tentu itu menjadi hal yang wajar dan dapat diterima. Namun, jika begadang dilakukan karena hal yang kurang bermanfaat, maka hal ini perlu kita perbaiki. 1

2 Saat bergadang dalam kurun waktu 24 jam, menurut studi tahun 2010 di Psychology Bulletin yang dikutip oleh Quamila (2018), bahwa orang yang sudah bergadang seharian akan kehilangan konsentrasi dan kewaspadaannya. Studi lain menemukan juga dampak pada otak untuk fokus menurun hingga 0,10% sama halnya dengan efek yang ditimbulkan alkohol. Saat ini pola tidur yang dimiliki para peserta didik sudah tidak teratur lagi. Pola tidur yang tidak baik sangatlah berdampak buruk bagi para pelajar. Pengaruh pola tidur terhadap semangat belajar peserta didik sudah tidak asing lagi menjadi bahan perbincangan sekitar. Banyak sekali peserta didik yang tidak memperhatikan pola tidurnya saat ini. Hal tersebut bisa kita lihat pada saat acara belajar mengajar berlangsung, banyak sekali peserta didik yang tertidur ketika guru sedang menjelaskan pelajaran. Mungkin mereka menganggap itu hal yang sepele, tetapi jika dibiarkan hal tersebut membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun prestasi atau semangat belajar peserta didik saat berada di lingkungan sekolah. Banyak faktor yang memengaruhi kebanyakan siswa untuk bergadang, contohnya, sebagian besar siswa memilih bermain game online dibandingkan membaca buku pelajaran. Karena bermain game online lebih menarik daripada belajar sehingga hal tersebut mengalihkan perhatian siswa, padahal hal itu tidak baik jika dibiarkan. Faktor lainnya seperti jejaring sosial yang sedang marak di kalangan remaja. Mereka terlalu sibuk dengan jejaring sosial sehingga banyak dari mereka yang lupa waktu. Tanpa mereka sadari hal

4 1.2 Identifikasi Masalah

  1. Apa saja dampak yang dirasakan jika kita sering bergadang.
  2. Apa alasan kita untuk bergadang.
  3. Apa bergadang berpengaruh terhadap menurunnya semangat belajar.
  4. Apakah bergadang sudah menjadi kebiasaan anda.
  5. Mengapa bergadang sudah menjadi kebiasaan yang umum. 1.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas kami membatasi masalah yang akan kami bahas yaitu sebagai berikut:
  6. Pengaruh bergadang terhadap menurunnya semangat belajar siswa.
  7. Penelitian yang kami lakukan hanya dibatasi pada siswa XII MIPA 5 SMA Negeri 19 Bandung. 1.4 Perumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang yang telah kami susun, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
  8. Bagaimanakah pengaruh bergadang terhadap semangat belajar siswa?
  9. Apa saja yang dilakukan siswa saat bergadang?
  10. Apa saja dampak dari bergadang?

5 1.5 Tempat dan waktu penelitian Tempat penelitian ini kami lakukan di sekitar lingkungan sekolah, terutama bagi siswa kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 19 Bandung. Karena proses pengerjaan karya tulis ilmiah ini sangat singkat. Oleh karena itu, kami membatasi waktu penelitian ini selama 4 hari terhitung mulai tanggal 20 Januari 2023 sampai dengan 24 Januari 2023. 1.6 Metode Penelitian Kami menggunakan metode deskriptif untuk melakukan penelitian ini, yaitu dengan mengumpulkan informasi dari jurnal-jurnal, angket terbuka, buku dan google scholar. 1.7 Teknik Pengumpulan Data Selama proses pembuatan karya tulis ilmiah ini kami mengumpulkan data melalui beberapa teknik, yaitu angket terbuka bagi siswa kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 19 Bandung, buku, jurnal dan google scholar. 1.8 Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui pengaruh bergadang terhadap semangat belajar siswa.
  2. Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan siswa saat bergadang.
  3. Untuk mengetahui dampak dari bergadang.

7

BAGIAN II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Bergadang a. Pengertian Bergadang Menurut KBBI bergadang adalah berjaga tidak tidur hingga larut malam. Bergadang merupakan kegiatan tidur larut malam dikarenakan sesuatu hal. Bila seseorang sesekali bergadang mungkin tidak menimbulkan efek buruk, tetapi bila bergadang sering dilakukan atau bahkan setiap hari kemungkinan besar memicu terjadinya hal buruk bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari jurnal riset agama bergadang merupakan kebiasaan terjaga hingga larut malam dan orang yang bergadang biasanya akan tertidur di saat pagi datang. Bergadang bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi hal yang lumrah (Kuntoro, 2018). Begadang sendiri mempunyai arti suatu kebiasaan terjaga sampai larut malam. Menurut seorang dokter, Devika (2016) seseorang bisa disebut begadang ketika dalam sehari tidur kurang dari 8 jam. Jika dikutip dari brainly pengertian bergadang itu sendiri adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merubah pola hidup manusia dimana seseorang itu berjaga tidak tidur sampai larut malam.

8 b. Dampak Buruk Bergadang Menurut Mahendra di dalam buku ‘Tubuh Anda Cerminan Kesehatan Anda (2010)’,“Bergadang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dan menyebabkan rusaknya sistem imun tubuh. Apabila tidak beristirahat, organ-organ tidak dapat melakukan fungsinya dengan optimal. Hal ini akan menimbulkan masalah atau penyakit yang dapat menyerang tubuh. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya bergadang bukanlah kebiasaan yang bagus jika dipaksakan untuk dilakukan saat tubuh sedang kelelahan. Sedangkan dampak bergadang menurut Handoyo dalam buku ‘Aplikasi Olah Nafas (2005:30)’,“Bergadang dapat menguras tenaga yang membuat tubuh menjadi lemah. Saat lelah tubuh akan lebih terasa lebih mudah cepat pegal dan tubuh ingin cepat cepat beristirahat kembali. Maka dari itu rasa lelah inilah yang akan membuat sulit berkonsentrasi, dengan kata lain tidak hanya menyerang fisik, bergadang juga dapat menyerang psikis. Untuk itu pintar-pintarlah dalam mengatur pola tidur. c. Dampak Baik Bergadang

  1. Memiliki Tingkat Kecerdasan Lebih Tinggi Ada sebuah studi di Amerika Serikat (AS) yang dipublikasikan di jurnal medis “Elsevier” yang menemukan bahwa

10 yang lebih baik. Karakter ekstrover tersebut juga berhubungan dengan tingkat kreativitas yang lebih baik.

  1. Tingkat Konsentrasi Lebih Baik pada Sore Hari Orang yang sering bergadang cenderung bisa bertahan untuk bekerja lembur pada sore dan malam hari. Ini dibandingkan dengan orang yang selalu tidur cepat pada malam hari. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya aktivitas otak, terutama di bagian korteks serebral. 2.2 Semangat Belajar Menurut Winkel (dalam Aina Mulyana, 2018) mengartikan motivasi belajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar, dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan–kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai. Semangat belajar merupakan segala usaha dalam diri sendiri yang dapat menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin keberlangsungan kegiatan belajar serta memberikan arah kegiatan belajar sehingga dapat tercapainya tujuan. Faktor–faktor yang memengaruhi semangat belajar menurut Dimyati dan Mudjiono sebagai berikut:

11

a. Cita-cita atau Aspirasi Siswa

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan dapat menumbuhkan kemauan belajar yang akan menimbulkan cita-cita dalam kehidupan. Cita cita dapat memperkuat motivasi intrinsik dan ekstrinsik. b. Kemauan Siswa Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan untuk mencapainya, karena kemauan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan. c. Kondisi Siswa Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. d. Kondisi Lingkungan Siswa Siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat, kerukunan, dan ketertiban pergaulan perlu di pertinggi mutunya agar semangat dan motivasi belajar siswa mudah diperkuat. e. Unsur–Unsur Diamis dalam Belajar dan Pembelajaran Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. (Dimyati dan Mujiono, 2002).