SIR modelling with data science, Essays (high school) of Mathematics

modelling SIR probability and discrete

Typology: Essays (high school)

2019/2020

Uploaded on 03/07/2022

ai-ot
ai-ot 🇮🇩

5

(1)

1 document

1 / 20

Toggle sidebar

This page cannot be seen from the preview

Don't miss anything!

bg1
PEMODELAN DATA KASUS COVID-19 DI JAWA TENGAH
MENGGUNAKAN MODEL KONTINU
TUGAS INDIVIDU
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mandiri pada Mata Kuliah Pemodelan Matematika
yang Diampu oleh Ibu Dr. Hanna Arini Parhusip
Disusun Oleh
Ginna Alva Anggela
NIM. 24010119120015
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2021
pf3
pf4
pf5
pf8
pf9
pfa
pfd
pfe
pff
pf12
pf13
pf14

Partial preview of the text

Download SIR modelling with data science and more Essays (high school) Mathematics in PDF only on Docsity!

PEMODELAN DATA KASUS COVID-19 DI JAWA TENGAH

MENGGUNAKAN MODEL KONTINU

TUGAS INDIVIDU

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mandiri pada Mata Kuliah Pemodelan Matematika

yang Diampu oleh Ibu Dr. Hanna Arini Parhusip

Disusun Oleh

Ginna Alva Anggela

NIM. 24010119120015

PROGRAM STUDI MATEMATIKA

FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

1. PENDAHULUAN

Covid-19 merupakan sebuah wabah penyakit yang terjadi di seluruh dunia,

salah satunya di Indonesia. Wabah penyakit ini atau biasa disebut pandemi telah

terjadi kurang lebih selama 2 tahun yang dihitung sejak awal tahun 2020 sampai

sekarang ini. Hal ini mengakibatnya banyaknya para peneliti yang melakukan

penelitian terhadap covid-19 menggunakan berbagai macam pemodelan. Provinsi

Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesai yang memiliki

catatan kasus covid-19 tertinggi saat ini. Oleh karena itu, kasus di Provinsi Jawa

Tengah dapat dijadikan sebagai suatu sampel data yang dapat disajikan sebagai

objek/sasaran penelitian. Penelitian ini menggunakan sebuah pemodelan yang

dinamakan model kontinu. Model kontinu seing disebut sebagai model eksponensial.

2. METODE

2.1 Data yang digunakan

Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data kasus covid-19 di

Jawa Tengah yang diambil pada bulan Januari-November tahun 2021. Data

kasus covid-19 ini meliputi data pasien yang terkonfirmasi positif, sembuh,

meninggal, dan tervaksin (dosis lengkap). Data yang diambil adalah sebagai

berikut dengan menampilkan sebuuah grafik data untuk masing-masing kasus

yang diberikan:

Januari

Februari

Maret

April

Mei Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

0

100000

200000

300000

400000

500000

600000

Grafik Kasus Positif di Jawa Tengah

Gambar 1. Grafik data penduduk di Jawa Tengah yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada bulan

Januari-November 2021

Januari

Februari

Maret

April

Mei Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

0

2000000

4000000

6000000

8000000

10000000

12000000

14000000

Grafik Kasus Tervaksin di Jawa Tengah

Gambar 4. Grafik data penduduk di Jawa Tengah yang memperoleh vaksin (dosis lengkap) terhadap

virus Covid-19 pada bulan Januari-November 2021.

2.2 Pemodelan Awal

Agar dapat menunjukkan sebuah laju untuk waktu per bulan dari

masing-masing situasi maka diperlukan sebuah pendefinisan untuk masing-

masing variabel bebas dan tak bebas yang didefinisikan sebagai berikut:

t : variabel waktu (bulan)

x ( t ) : banyaknya pasien terkonfirmasi positif pada bulan ke- t

y ( t ) :banyaknya pasien yang sembuh pada bulan ke- t

z ( t ) :banyaknya pasien yang meninggal pada waktu ke- t

v ( t ) :banyaknya pasien yang divaksin pada waktu ke- t

2.2.1 Pemodelan dengan Model Kontinu

Kasus 1. Model untuk x ( t )

Data yang digunakan adalah data yang tercatat yang merupakan data

kumulatif (data yang diambil dari total perbulan suatu sampel termasuk

dari bulan-bulan sebelumnya) sehingga data perlu dinyatakan dalam laju

pertumbuhan per bulan. Agar dapat mencermati laju pertumbuhan dari tiap

variable diperlukan perhitungan selisih antara dua bulan berurutan yang

disajikan pada Tabel pada data lampiran, sebagai berikut:

N Bulan ∆x

∆y ∆z ∆v

o Positif Sembuh Meninggal Vaksin

(Februari-Januari) 37657 20962 1388 131027

2 (Maret-Februari) 17408 25657 1143 247440

3 (April-Maret) 15266 38303 683 538215

4 (Mei-April) 12487 18888 1188 360352

(Juni-Mei) 41159 17091 1039 357999

6 (Juli-Juni) 99572 64363 5448 716875

7 (Agustus-Juli) 127127 146802 12050 1526115

8 (September-Agustus) 18533 42076 2069 1565135

(Oktober-September) 4402 5569 293 3331164

10 (November-Oktober) 1773 2451 130 4140815

Tabel 1. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

terkonfirmasi positif, sembuh, meninggal dan tervaksin terhadap Covid-19 pada

bulan Januari-November 2021

Sebelumnya, akan dicari model diskrit terlebih dahulu. Akan

diasumsikan bahwa laju pertumbuhan dari kasus terkonfirmasi positif

covid-19 (dari data/grafik tidak konstan) berkaitan dengan jumlah kasus

tervaksin, tetapi tidak terkait dengan kasus sembuh dan meninggal. Akan

tetapi terjadi sebaliknya pada kasus sembuh dan meninggal yang berkaitan

dengan kasus terkonfirmasi positi dan kasus tervaksin.

Misalkan,

k

v ( t )

laju pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif

berkaitan dengan banyaknya/jumlah penduduk tervaksin pada waktu( t ).

Oleh karena itu, laju pertumbuhan kasus data penduduk terkonfirmasi

covid-19 pada rentang waktu yang diambil setiap tanggal 21 pada bulan

Januari-November 2021 di Provinsi Jawa Tengah dapat ditulis sebagai

berikut:

x ( t + ∆ t )− x ( t )

∆ t

∆ x

∆ t

= k

v ( t )

x ( t )

Pada suatu sisi, banyaknya penduduk yang tervaksin sebanding dengan

banyaknya pasien yang terkonfirmasi positif (tetapi yang tervaksin disini

bukan penduduk yang terkonfirmasi positif, tetapi yang belum

terkonfirmasi positif). Hal ini mengakibatkan terjadinya suatu hubungan

yaitu kasus yang tervaksin pada waktu

( t )= α ∆ x , sehingga

v ( t + ∆ t )= v ( t )+ α ∆ x (2. a )

atau

v ( t + ∆ t )− v ( t )= α ∆ x , dengan α belum diketahui (2. b )

pula sebuah model SEIR yang merupakan turunan atau penjabaran dari model

SIR. Model SEIR ini memiliki empat parameter, yaitu S (Susceptible) atau

rentan,

E

(Exposed) atau terpapar,

I

(Infectious) atau terinfeksi, dan

R

(Removed) atau sembuh. Pada model ini terdapat

R

0

sebagai parameter

ambang batas yang digunakan untuk prediksi kemampuan terinfeksi

menyebar. Sebelum dibuatkan sebuah model akan diasumsikan terlebih dahulu

hal yang berkaitan dengan spesifikasi perhitungan parameter menggunakan

model SIR yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak diperhitungkannya laju kelahiran dan kematian pada

tahun 2021.

  1. Data yang digunakan hanya jumlah data kasus pada Provinsi

Jawa Tengah.

  1. Pada kasus terinfeksi, penduduk yang terinveksi hanya individu

yang berkontak dekat dengan penduduk terinfeksi lainnya.

  1. Pada kasus tervaksin, penduduk mendapatkan vaksin sebanyak

dua lengkap atau dosis lengkap.

  1. Penduduk yang divaksin adalah penduduk yang belum

terinfeksi.

  1. Penduduk yang tervaksin dan telah dinyatakan sembuh tidak

akan terinfeksi kembali.

Dari asumsi tersebut dapat dibuat perhitungan parameter dengan

model penyebaran penyakit sebagai berikut:

Berdasarkan diagram diatas diperoleh model epidemik dimana

berdasarkan asumsi dapatkan model sebagai berikut:

dS

dt

dI

dt

dR

dt

diperoleh persamaan model SIR nya yaitu

dS

dt

=− βS ( t ) I ( t ) ( 8 )

dI

dt

= βS ( t ) I ( t )− γI ( t ) ( 9 )

β γ

S I R

dR

dt

= γI ( t ) ( 10 )

Dengan keterangan dimana

β dan

γ adalah konstanta positif dan parameter

untuk persamaan model SIR sebagai berikut:

S ( t )=¿ banyaknya penduduk yang rentan terserang penyakit atau yang

memiliki antibody lemah pada waktu

t .

I ( t )=¿ banyaknya penduduk yang terinfeksi pada waktu t.

R ( t )=¿ banyaknya penduduk yang dinyatakan sembuh dan tervaksin sehingga

penduduk menjadi memiliki antibody yang kebal terhadap penyakit

pada waktu t

β =¿ laju penularan penyakit.

γ =¿ laju kesembuhan.

Akan dicari titik kestimbangan endemiknya dari persamaan model

banyaknya penduduk yang terinfeksi penyakitpada waktu t , I ( t ), dimana

I ( t ) 0 , maka didapat

I ( t )= βS ( t ) I ( t )− γI ( t ) ( 11 )

0 = βS ( t ) I ( t )− γI ( t ) (12)

0 = I ( t )

βS ( t ) − γ

γ

β

= S ( t ) ( 14 )

Dari model yang telah terbentuk dapat digunakan menggunakan

sampel data yang telah ada.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil dari Pemodelan dengan Model Kontinu

Pada bagian 2.2 .1 telah diperoleh model kontinu yang menunjukkan

laju pertumbuhan penduduk Jawa Tengah pada kasus terkonfirmasi postif

covid-19 dan kasus tervaksin. Pada persamaan ( 6 ) dapat ditulis kembali

sebagai berikut:

dv

dt

= α (

k

v ( t )

x ( t ) ) ( 15 )

d x ( t )

dt

= k

v

0

x ( t )

d x ( t )

x ( t )

= k

v

0

dt

d x ( t )

x ( t )

k

v

0

dt

ln x ( t )= k

v

0

t + C ( 20 )

Dengan C ⇔ x ( t = 0 )= x

0

, maka

ln x

0

= k

v

0

t

0

+ C

ln x

0

k

v

0

t

0

= C

Maka persamaan ( 11 ) menjadi

ln x ( t )= k

v

0

t + C

ln x ( t )= k

v

0

t +ln x

0

k

v

0

t

0

⇔ x ( t )= e

k (

v

0

)

tk (

v

0

)

t

0

  • ln x

0

⇔ x ( t )= e

k (

v

0

) (

tt

0

)

e

ln x 0

⇔ x ( t )= e

k ( v 0

) ( tt 0

)

∙ x

0

⇔ x ( t )= x

0

e

k (

v

0

)(

tt

0

)

Grafik yang dapat dibentuk dari x ( t ) untuk

k

v

0

disebut sebagai

pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif covid-19 secara eksponensial,

sedangkan untuk

k

v

0

disebut sebagai penurunan/kemunduran kasus

terkonfirmasi positif covid-19 secara eksponensial. Hal ini dapat ditunjukkan

pada tabel dan grafik perubahan sebagai berikut:

N

o

Bulan

∆x

Positif

1 (Februari-Januari) 37657

(Maret-Februari) 17408

3 (April-Maret) 15266

4 (Mei-April) 12487

5 (Juni-Mei) 41159

(Juli-Juni) 99572

7 (Agustus-Juli) 127127

8 (September-Agustus) 18533

9 (Oktober-September) 4402

(November-Oktober) 1773

Tabel 2. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

perubahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada bulan Januari-November

2021

(Februari-Januari)

(Maret-Februari)

(April-Maret)

(Mei-April)

(Juni-Mei)

(Juli-Juni)

(Agustus-Juli)

(September-Agustus) (Oktober-September)

(November-Oktober)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

0

20000

40000

60000

80000

100000

120000

140000

∆x Positif

Gambar 5. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

perubahan terkonfirmasi positif c ovid-19 pada bulan Januari-November 2021

Terlihat bahwa terdapat perubahan yang kentara pada grafik kasus

terkonfirmasi positif covid-19 , hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Pada bulan Mei hingga Agustus terjadi peningkatan pada

perubahan kasus terkonfirmasi positif c ovid-19. Perubahan kenaikan

dimulai dari awal yang konstan kemudian melonjak drastis. Hal ini

dapat terjadi karena tidak adanya pencegahan dini maupun sosialisasi

terhadap penduduk tentang bahaya wabah ini.

  1. Pada bulan Agustus ke September terjadi penurunan yang sangat

drastis, hal ini terjadi karena adanya himbauan kepada penduduk akan

pentingnya pencegahan dini dan berbahayanya wabah ini. Pada

penurunan di kasus terkonfirmasi positif c ovid-19 bergantung/terkait

pada kasus tervaksin yaitu anjuran pencegahan dini kepada penduduk.

Kasus terkonfirmasi positif c ovid-19 juga berkaitan dengan pasien

yang terkonfirmasi positif c ovid-19 dinyatakan telah sembuh, dan

juga pasien yang terkonfirmasi positif c ovid-19 dinyatakan

meninggal. Ketiga kasus tersebut sangat berkaitan era dengan kasus

terkonfirmasi positif c ovid-19 karena dapat menyebahbkan penurunan

yang signifikan, maka dapat dinyatakan dalam bentuk tabel dan

grafik untuk masing-masing perubahan yang terjadi sebagai berikut:

Tabel 4. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

perubahan pada kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang sembuh pada

bulan Januari-November 2021

(Februari-Januari)

(Maret-Februari)

(April-Maret)

(Mei-April)

(Juni-Mei)

(Juli-Juni)

(Agustus-Juli)

(September-Agustus) (Oktober-September)

(November-Oktober)

0

20000

40000

60000

80000

100000

120000

140000

160000

∆y Sembuh

Gambar 7. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

perubahan pada kasus pasien terkonfirmasi positif c ovid-19 yang sembuh pada

bulan Januari-November 2021

N

o

Bulan

∆z

Meninggal

(Februari-Januari) 1388

2 (Maret-Februari) 1143

3 (April-Maret) 683

4 (Mei-April) 1188

(Juni-Mei) 1039

6 (Juli-Juni) 5448

7 (Agustus-Juli) 12050

8 (September-Agustus) 2069

(Oktober-September) 293

10 (November-Oktober) 130

Tabel 5. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

perubahan pada kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang meninggal pada

bulan Januari-November 2021

(Februari-Januari)

(Maret-Februari)

(April-Maret)

(Mei-April)

(Juni-Mei)

(Juli-Juni)

(Agustus-Juli)

(September-Agustus) (Oktober-September)

(November-Oktober)

0

2000

4000

6000

8000

10000

12000

14000

∆z Meninggal

Gambar 8. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu laju

perubahan pada kasus pasien terkonfirmasi positif c ovid-19 yang meinggal pada

bulan Januari-November 2021

Dari kedua poin yang telah dijelaskan, terlihat bahwa sebuah

perubahan baik itu kenaikan maupun penurunan pasti bergantung pada sebuah

laju, laju tersebut dari persamaan ( 21 ) yaitu

k

v

0

), maka akan dicari laju

k

v

0

nya adalah:

Misalkan, diketahui bahwa:

 Pada sampel data yang diberikan terhitung bahwa waktu yang

dikumpulkan adalah selama ± 11 bulan, maka dapat dibulatkan

menjadi

tt

0

 Untuk

x

o

, maka dapat diketahui pula x ( t ) sesuai tabel

Maka, sesuai dengan persamaan ( 21 ) diperoleh laju pertumbuhannya

k

v

0

) adalah

x ( t )= x

0

e

k (

v 0 ) (

tt 0 )

⟺ e

k ( v 0

) ( tt 0

)

x ( t )

x

0

⟺ k

v

0

ln

x ( t )

x

0

tt

0

Gambar 9. Grafik laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel

yaitu laju perubahan kenaikan pada kasus terkonfirmasi positif c ovid-19 pada

bulan Januari-November 2021

Terlihat jelas bahwa laju pertumbuhan pada kasus terkonfirmasi positif

covid-19 memiliki laju perubahan pada kenaikan dan penurunan yang konstan

tetapi terdapat beberapa bulan yang terjadi kenaikan dan penurunan yang

terlihat begitu drastis. Dari tabel dan grafik yang telah didapat hal tersebut

dapat digunakan secara analog pada kasus lainnya karena pada dasarnya

semua bergantung/berkaitan dengan kasus terkonfirmasi positif covid-19.

3.2 Hasil dari Pemodelan dengan Model SIR

Pada bagian

telah diperoleh model SIR yaitu sebagai berikut:

dS

dt

=− βS ( t ) I ( t ) ( 8 )

dI

dt

= βS ( t ) I ( t )− γI ( t ) ( 9 )

dR

dt

= γI ( t ) ( 10 )

Diperoleh juga bahwa dimana

I ( t ) 0 , didapat

γ

β

= S ( t ) ( 14 )

Maka dari peroleh modeltersebut dapat dibuat tabel dan grafik dari

data yang telah dikumpulkan yaitu

β γ

0 0

0,146433 0,

0,134612 0,

0,122987 0,

0,111733 0,

0,125255 0,

0,157892 0,

0,178449 0,

0,162998 0,

0,147611 0,

0,134524 0,

Tabel 7. Laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel yaitu β

adalah laju penularan penyakit dan γ adalah laju kesembuhan pada bulan

Januari-November 2021

Januari

Februari

Maret

April

Mei Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

0

Laju

Series1 Series

Gambar 9. Grafik laju pertumbuhan tiap bulan untuk masing-masing variabel

yaitu β adalah laju penularan penyakit dan γ adalah laju kesembuhan pada bulan

Januari-November 2021

Keterangan :

Series 1 adalah

β dan series 2 adalah

γ .

Telah diketahui pula masing-masing laju yaitu β dan γ , maka dapat

dicari banyaknya penduduk yang rentan terhadap penyakit yang ditunjukkan

sebagai berikut:

S ( t )=

γ

β

0

0,

1,

1,

1,

1,

1,

1,

1,

1,

1,

Tabel 8. Laju banyaknya penduduk yang rentah terhadap penyakit pada bulan

Januari-November 2021

akan semakin meningkat sehingga penduduk yang rentah terhadap penyakit yang

terinfeksi akan semakin menurun/rendah.

Dari penjelasan dapat diambil poin penting yaitu penduduk yang terkonfirmasi

positif covid-19 memiliki keterkaitan antara kasus sembuh, meninggal, dan tervaskin

untuk menentukan laju pertumbuhan apakah penduduk yang terkonfirmasi positif

covid-19 mengalami penaikan dan penurunan. Jadi, kasus pada data ini memiliki

keterkaitan antara kasus lainnya.

5. Referensi

Putra, Z. A., & Abidin, S. A. Z. (2020). Application of seir model in covid-19 and the

effect of lockdown on reducing the number of active cases. Indonesian Journal of

Science and Technology , 5 (2), 185–192.

https://doi.org/10.17509/IJOST.V5I2.

Delamater, P. L., Street, E. J., Leslie, T. F., Yang, Y. T., & Jacobsen, K. H. (2019).

Complexity of the basic reproduction number (R0). Emerging Infectious

Diseases , 25 (1), 1–4. https://doi.org/10.3201/eid2501.

Sari, S. P., & Arfi, E. (2021). Analisis Dinamik Model SIR Pada Kasus Penyebaran

Penyakit Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Indonesian Journal of Applied

Mathematics , 1 (2), 61. https://doi.org/10.35472/indojam.v1i2.

Trihandaru, S., Parhusip, H. A., Susanto, B., & Sardjono, Y. (2021). Simple Forward

Finite Difference for Computing Reproduction Number of COVID-19 in

Indonesia During the New Normal. JTAM (Jurnal Teori Dan Aplikasi

Matematika) , 5 (1), 88. https://doi.org/10.31764/jtam.v5i1.

6. Lampiran

Data yang digunakan adalah data kasus covid-19 di Jawa Tengah yang diambil

pada bulan Januari-November tahun 2021. Data kasus covid-19 ini meliputi data

pasien yang terkonfirmasi positif, sembuh, meninggal, dan tervaksin (dosis lengkap).

Data yang diambil adalah sebagai berikut:

Data Kasus Covid-19 Provinsi Jawa Tengah

No Bulan

Kasus

Positif Sembuh Meninggal Tervaksin

1 Januari 110.670 72.299 4.766 30

2 Februari

148.327 93.261 6.154 131.

3 Maret

165.735 118.918 7.297 378.

4 April 181.001 157.221 7.980 916.

5 Mei

193.488 176.109 9.168 1.277.

6 Juni 234.647 193.200 10.207 1.635.

7 Juli

334.219 257.563 15.655 2.351.

8 Agustus

461.346 404.365 27.705 3.878.

9 September 479.879 446.441 29.774 5.443.

10 Oktober

484.281 452.010 30.067 8.774.

11 November 486.054 454.461 30.197 12.915.