




























































































Prepara tus exámenes y mejora tus resultados gracias a la gran cantidad de recursos disponibles en Docsity
Gana puntos ayudando a otros estudiantes o consíguelos activando un Plan Premium
Prepara tus exámenes
Prepara tus exámenes y mejora tus resultados gracias a la gran cantidad de recursos disponibles en Docsity
Prepara tus exámenes con los documentos que comparten otros estudiantes como tú en Docsity
Encuentra los documentos específicos para los exámenes de tu universidad
Estudia con lecciones y exámenes resueltos basados en los programas académicos de las mejores universidades
Responde a preguntas de exámenes reales y pon a prueba tu preparación
Consigue puntos base para descargar
Gana puntos ayudando a otros estudiantes o consíguelos activando un Plan Premium
Comunidad
Pide ayuda a la comunidad y resuelve tus dudas de estudio
Ebooks gratuitos
Descarga nuestras guías gratuitas sobre técnicas de estudio, métodos para controlar la ansiedad y consejos para la tesis preparadas por los tutores de Docsity
se explica toda la curricula ccna
Tipo: Guías, Proyectos, Investigaciones
1 / 248
Esta página no es visible en la vista previa
¡No te pierdas las partes importantes!





























































































Assalammu’alaykum wr wb
Alhamdulillah buku ini dapat terselesaikan. Buku ini adalah buku penunjang untuk belajar ilmu jaringan khususnya CISCO. InshaAllah buku ini juga akan digunakan untuk pertama kalinya dalam training “Pesantren Networkers Mengajar”.
CISCO merupakan salahsatu vendor perangkat terbesar dalam dunia jaringan. Selain CISCO, ada juga Mikrotik dan Juniper. Kesemuanya mempunyai sertifikasinya masing-masing. Misalkan di CISCO ada CCNA (Cirsco Certified Network Academy), CCNP (Cirsco Certified Network Professional) dan CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert).
Dalam buku ini dituliskan teori dan praktek step by step sehingga mudah diikuti. Walaupun buku ini lebih focus pada CISCO, namun secara teori, sama dengan yang lain semisal Mikrotik dan Juniper. Yang berbeda hanyalah pada commandnya. Dan dalam CISCO, materinya bisa dibilang adalah yang paling lengkap.
Pada akhirnya penulis berharap buku ini bermanfaat dan tidak lupa mengucapkan rasa terimakasih kepada pihak yang telah banyak membantu terselesaikannya buku ini: Pak Dedi, Alam, Ikhwan, Mas Aries, Mas Ali, Mas Bram, Pak Anshori, Mas Rofiq, Mas Okky, teman-teman Pesantren Networkers, SMK IDN dan keluarga ID-Networkers dan teman-teman Ponpes Madinatul Quran.
Wassalammu alaykum wr wb
Jakarta, 29 April 2015
Muhammad Taufik
VLAN Trunking Protocol (VTP)
Static Routing
Default Routing
Enhanced Interior Gateway Protocol (EIGRP)
Open Shortest Path First (OSPF)
Standard Access List
Extended Access List
Static NAT
Overloading/Port Address Translation (PAT)
HSRP
IPv6 Basic Link-Local
IPv6 Basic Global Unicast
IPv6 Basic EUI-
IPv6 Static Routing
IPv6 RIPnG
IPv6 EIGRP
IPv6 OSPFv
IPv6 IPv6IP Tunneling
IPv6 GRE IP Tunneling
IPv6 Tunnel 6to
IPv6 Tunnel ISATAP
IPv6 Tunnel Auto-TunnelTER 3 IPV
EIGRP Basic Configuration
EIGRP Filtering - Distribute List
EIGRP Filtering - Prefix List
EIGRP Filtering - Access List
EIGRP Filtering - Administrative Distance
EIGRP Authentication
EIGRP Summarization
EIGRP Unicast Update
EIGRP Default Route – Summary Address
EIGRP Redistribution - RIP
EIGRP Redistribution - OSPF
EIGRP Path Selection - Delay
EIGRP Path Selection - Bandwidth
EIGRP Equal Load Balancing
EIGRP Unequal Load Balancing
EIGRP Stub – Connected + Summary
EIGRP Stub – Connected
EIGRP Stub – Summary
EIGRP Stub – Static
EIGRP Stub – Redistributed
EIGRP Stub – Receive Only
OSPF Basic Configuration
OSPF Virtual Link
OSPF GRE Tunnel
OSPF Standar Area
OSPF Stub Area
OSPF Totally Stub Area
OSPF Not So Stubby Area (NSSA)
OSPF External Route Type 1
OSPF Summarization – Area Range
OSPF Summarization – Summary Address
Pengertian Jaringan Jaringan berdasarkan Area OSI Layer Perangkat Jaringan dan Simbol IP Address Ethernet Cable Subnetting So Easy Contoh Soal Subnetting Subnetting Challenge Broadcast Domain dan Collision Domain
Perbedaan Hub, Bridge, Switch dan Router
Jaringan atau network adalah kumpulan perangkat jaringan (network devices) dan perangkat endhost (end devices) yang terhubung satu sama lain dan dapat melakukan sharing informasi serta resources.
Komponen pembentuk jaringan:
Network devices: hub, bridge, switch dan router. End devices: PC, laptop, mobile, dll. Interconnection: NIC, konektor, media (cooper, fiber optic, wireless, dll).
Gambar Jaringan berdasarkan area
Layer Perangkat Konektivitas Memory
1 Physical Hub Broadcast ke semua port
2 Data Link Bridge dan Switch Broadcast berdasarkan MAC Address
MAC Address Tabel
3 Network Router Berdasarkan IP Address tujuan
Routing Tabel
Seorang network engineer harus mengetahui berbagai jenis perangkat jaringan dan simbolnya agar dapat membaca topologi jaringan.
IP address dipakai untuk pengalamatan dalam jaringan.
IP Network sebagai identitas network/jaringan. Jika ada IP 192.168.1.0/24 berarti mewakili suatu kelompok IP (network) dari 192.168.1.1 – 192.168.1.
IP broadcast merupakan IP terakhir dalam network yang dipakai untuk membroadcast packet broadcast. Misal 192.168.1.255/24.
Host adalah ip yang disediakan untuk host. Misal: 192.168.1.111/24.
Ada beberapa jenis IP:
IP public digunakan untuk mengakses internet.
IP private digunakan untuk jaringan local.
Hehehe… Sekarang harus bener-bener paham. Untuk memahami subneting ini, terlebih dahulu mengerti tentang bilangan decimal dan biner (nol atau satu).
Dalam subneting, ada beberapa hal yang paling sering dicari.
Misal ada ip 192.168.2.172/26 maka subnetmask atau netmask nya adalah /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000. Prefix /26 mengindikasikan biner 1 (Net ID) berjumlah 26 dan sisanya yaitu Host ID berjumlah 6.
Dari 11111111.11111111.11111111.11000000 ini ketika didesimalkan maka didapat subnet mask dari adalah 255.255.255.192.
Total IP ini dihitung dari Host ID. Dari contoh soal, didapat Host ID ada 6bit. Karena IPv4 32bit jadi 32-26 sisa 6. Sehingga maksimal IP didapat 2^6=64.
Rumus menghitung maksimal IP: 2^Host ID
Jumlah subnet dihitung dari Net ID. Karena Net ID subnet /26 adalah 26 maka Subnet ID nya 2. Loh kok bisa? Karena Net ID 26 dikurangi 24 karena kelas C jadi
Rumus menghitung banyak subnet dengan rumus: 2^subnet ID
Karena soalnya IP 192.168.2.172, maka gak mungkin termasuk subnet/network pertama karena 72>64. Jadi IP tersebut masuk ke subnet ke berapa ya? Kita hitung aja kelipatan 64. IP Network pasti paling awal dan broadcast paling akhir. Gampangnya ip network setelahnya dikurang 1 itulah broadcast.
IP Network Broadcast
1 192.168.2.0 192.168.2.
2 192.168.2.64 192.168.2.
Jadi IP 192.168.2.172 masuk dalam subnet ke 3 dengan ip network 192.168.2. dan broadcastnya 192.168.2.191.
Dan ini adalah yang paling gampang, yaitu menghitung maksimal ip yang dapat dipakai host. Rumusnya adalah total ip dikurangi 2 karena dipakai untuk network id dan broadcast. Jadi IP Client tiap subnet adalah 64-2=62.
Untuk menghafal subnet lebih cepat, kita dapat memanfaatkan tabel subnet dibawah ini.
Tabel Subneting
a. Total IP : 524288
Subnet 13 merupakan subnet kelas A sehiggga ntuk memudahkan diubah dulu menjadi subnet kelas C dengan ditambah 8 dua kali menjadi 29. Total host subnet 29 adalah 8. Lalu 8 x 256 x 256 menjadi 524288. Dikali 256 dua kali karena sebelumnya ditambah 8 dua kali untuk menjadi subnet kelas C.
b. Netmask : 255.248.0.
Seperti biasa 248 didapat dari 256 – total ip. Karena kelas A ditambah 8 dua kali jadi kelas C maka subnet dimajukan 2 kali dari 255.255.255.248 menjadi 255.248.0.0.
c. IP Network
Setelah disamakan menjadi kelas C(13+8+8=29), maka didapat jumlah subnet /29 adalah 2^5, 5 adalah Subnet ID. Total IP dari subnet /29 adalah 8, maka IP 10.10.10.10 masuk dalam IP Networknya 10.8.0.0.
d. Broadcast : 10.15.255.
IP Network setelahnya dikurangi 1 => 10.16.0.0 – 1 = 10.15.255.
e Host : 10.8.0.1 – 10.15.255.
Jumlah ip yg dapat dipakai adalah 524286 didapat dari 524288 – 2 karena dipakai untuk IP Network dan broadcast.
a. Total IP : 4096
Subnet 20 merupakan subnet kelas B sehiggga agar lebih mudah diubah dulu menjadi subnet kelas C dengan ditambah 8 menjadi 28. Total host subnet 28 adalah 16. Lalu 16 x 256 = 4096. Dikali 256 karena sebelumnya ditambah 8 kali untuk menjadi subnet kelas C.
b. Netmask : 255.255.252.
252 didapat dari 256 – total ip. Karena kelas B ditambah 8 jadi kelas C maka subnet dimajukan 1 kali dari 255.255.255.252 menjadi 255.255.252.0.
c. IP Network
Setelah disamakan menjadi kelas C(20+8=28), maka didapat jumlah subnet /28 adalah 2^4, 4 adalah Subnet ID. Total IP dari subnet / adalah 16, maka IP 11.12.13.14 masuk dalam IP Networknya 11.12.0.0 karena masih dalam rentang 11.12.0.0 – 11.15.255.255.
d. Broadcast : 11.12.15. IP Network setelahnya dikurangi 1 => 11.16.0.0 – 1 = 11.15.255.
e Host : 11.12.0.1 – 11.12.255. Jumlah ip yg dapat dipakai adalah 4096 didapat dari 4096 – 2 karena dipakai untuk IP Network dan broadcast.
Carilah total ip, netmask, ip network, broadcast dan host untuk masing-masing ip dibawah:
172.16.10.111/ 99.99.99.99/ 100.100.100.100/ 111.222.33.44/ 8.8.8.8/
Collision domain adalah area dalam suatu jaringan dimana packet data dapat mengalami tabrakan (collision) dikarenakan device mengirimnya pada waktu yang bersamaan. Pada Hub, collision domainnya menjadi 1 (besar) dan pada Switch dan Router, collision domain hanya terjadi pada masing-masing interface.
Broadcast domain adalah area dalam suatu jaringan dimana broadcast diforward pada pertama kali. Hub dan Switch mempunyai broadcast domain yang sama karena sama-sama melewatkan broadcast, sedang Router tidak melewatkan broadcast.
Hub gak lebih dari physical repeater yang bekerja pada layer 1 dan gak punya intelijensi. Cara kerja hub adalah dengan menerima sinyal electric dari satu interface dan mengirimkannya ke semua interface kecuali ke source interface, butuh atau gak butuh.
Karena bekerja pada layer physical dengan half-duplex (satu mengirim, yang lain menunggu), maka dapat terjadi tabrakan (collision) ketika ada packet yang dikirimkan dalam waktu yang bersamaan. Area dimana dapat terjadi collision disebut dengan collision domain.
Kedua topologi diatas merupakan single collision domain. Semakin besar jaringan seperti diatas, collision juga semakin besar, dan menurunkan kinerja jaringan (down).
Mengganti dengan perangkat yang bekerja pada layer 2 (data link) dan mempunyai intelijensi yaitu bridge. Karakteristik bridge: