Docsity
Docsity

Prepara tus exámenes
Prepara tus exámenes

Prepara tus exámenes y mejora tus resultados gracias a la gran cantidad de recursos disponibles en Docsity


Consigue puntos base para descargar
Consigue puntos base para descargar

Gana puntos ayudando a otros estudiantes o consíguelos activando un Plan Premium


Orientación Universidad
Orientación Universidad


redes informaticas ccna cisco, Guías, Proyectos, Investigaciones de Redes Inalámbricas

se explica toda la curricula ccna

Tipo: Guías, Proyectos, Investigaciones

2022/2023

Subido el 27/11/2025

jhosimar-guerrero-ortega
jhosimar-guerrero-ortega 🇦🇷

1 documento

1 / 248

Toggle sidebar

Esta página no es visible en la vista previa

¡No te pierdas las partes importantes!

bg1
pf3
pf4
pf5
pf8
pf9
pfa
pfd
pfe
pff
pf12
pf13
pf14
pf15
pf16
pf17
pf18
pf19
pf1a
pf1b
pf1c
pf1d
pf1e
pf1f
pf20
pf21
pf22
pf23
pf24
pf25
pf26
pf27
pf28
pf29
pf2a
pf2b
pf2c
pf2d
pf2e
pf2f
pf30
pf31
pf32
pf33
pf34
pf35
pf36
pf37
pf38
pf39
pf3a
pf3b
pf3c
pf3d
pf3e
pf3f
pf40
pf41
pf42
pf43
pf44
pf45
pf46
pf47
pf48
pf49
pf4a
pf4b
pf4c
pf4d
pf4e
pf4f
pf50
pf51
pf52
pf53
pf54
pf55
pf56
pf57
pf58
pf59
pf5a
pf5b
pf5c
pf5d
pf5e
pf5f
pf60
pf61
pf62
pf63
pf64

Vista previa parcial del texto

¡Descarga redes informaticas ccna cisco y más Guías, Proyectos, Investigaciones en PDF de Redes Inalámbricas solo en Docsity!

Assalammu’alaykum wr wb

Alhamdulillah buku ini dapat terselesaikan. Buku ini adalah buku penunjang untuk belajar ilmu jaringan khususnya CISCO. InshaAllah buku ini juga akan digunakan untuk pertama kalinya dalam training “Pesantren Networkers Mengajar”.

CISCO merupakan salahsatu vendor perangkat terbesar dalam dunia jaringan. Selain CISCO, ada juga Mikrotik dan Juniper. Kesemuanya mempunyai sertifikasinya masing-masing. Misalkan di CISCO ada CCNA (Cirsco Certified Network Academy), CCNP (Cirsco Certified Network Professional) dan CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert).

Dalam buku ini dituliskan teori dan praktek step by step sehingga mudah diikuti. Walaupun buku ini lebih focus pada CISCO, namun secara teori, sama dengan yang lain semisal Mikrotik dan Juniper. Yang berbeda hanyalah pada commandnya. Dan dalam CISCO, materinya bisa dibilang adalah yang paling lengkap.

Pada akhirnya penulis berharap buku ini bermanfaat dan tidak lupa mengucapkan rasa terimakasih kepada pihak yang telah banyak membantu terselesaikannya buku ini: Pak Dedi, Alam, Ikhwan, Mas Aries, Mas Ali, Mas Bram, Pak Anshori, Mas Rofiq, Mas Okky, teman-teman Pesantren Networkers, SMK IDN dan keluarga ID-Networkers dan teman-teman Ponpes Madinatul Quran.

Wassalammu alaykum wr wb

Jakarta, 29 April 2015

Muhammad Taufik

VLAN Trunking Protocol (VTP)

Static Routing

Default Routing

Enhanced Interior Gateway Protocol (EIGRP)

Open Shortest Path First (OSPF)

Standard Access List

Extended Access List

Static NAT

Overloading/Port Address Translation (PAT)

HSRP

IPv6 Basic Link-Local

IPv6 Basic Global Unicast

IPv6 Basic EUI-

IPv6 Static Routing

IPv6 RIPnG

IPv6 EIGRP

IPv6 OSPFv

IPv6 IPv6IP Tunneling

IPv6 GRE IP Tunneling

IPv6 Tunnel 6to

IPv6 Tunnel ISATAP

IPv6 Tunnel Auto-TunnelTER 3 IPV

EIGRP Basic Configuration

EIGRP Filtering - Distribute List

EIGRP Filtering - Prefix List

EIGRP Filtering - Access List

EIGRP Filtering - Administrative Distance

EIGRP Authentication

EIGRP Summarization

EIGRP Unicast Update

EIGRP Default Route – Summary Address

EIGRP Redistribution - RIP

EIGRP Redistribution - OSPF

EIGRP Path Selection - Delay

EIGRP Path Selection - Bandwidth

EIGRP Equal Load Balancing

EIGRP Unequal Load Balancing

EIGRP Stub – Connected + Summary

EIGRP Stub – Connected

EIGRP Stub – Summary

EIGRP Stub – Static

EIGRP Stub – Redistributed

EIGRP Stub – Receive Only

OSPF Basic Configuration

OSPF Virtual Link

OSPF GRE Tunnel

OSPF Standar Area

OSPF Stub Area

OSPF Totally Stub Area

OSPF Not So Stubby Area (NSSA)

OSPF External Route Type 1

OSPF Summarization – Area Range

OSPF Summarization – Summary Address

Pengertian Jaringan Jaringan berdasarkan Area OSI Layer Perangkat Jaringan dan Simbol IP Address Ethernet Cable Subnetting So Easy Contoh Soal Subnetting Subnetting Challenge Broadcast Domain dan Collision Domain

Perbedaan Hub, Bridge, Switch dan Router

Jaringan atau network adalah kumpulan perangkat jaringan (network devices) dan perangkat endhost (end devices) yang terhubung satu sama lain dan dapat melakukan sharing informasi serta resources.

Komponen pembentuk jaringan:

 Network devices: hub, bridge, switch dan router.  End devices: PC, laptop, mobile, dll.  Interconnection: NIC, konektor, media (cooper, fiber optic, wireless, dll).

Gambar Jaringan berdasarkan area

Layer Perangkat Konektivitas Memory

1 Physical Hub Broadcast ke semua port

2 Data Link Bridge dan Switch Broadcast berdasarkan MAC Address

MAC Address Tabel

3 Network Router Berdasarkan IP Address tujuan

Routing Tabel

Seorang network engineer harus mengetahui berbagai jenis perangkat jaringan dan simbolnya agar dapat membaca topologi jaringan.

IP address dipakai untuk pengalamatan dalam jaringan.

 IP Network sebagai identitas network/jaringan. Jika ada IP 192.168.1.0/24 berarti mewakili suatu kelompok IP (network) dari 192.168.1.1 – 192.168.1.

 IP broadcast merupakan IP terakhir dalam network yang dipakai untuk membroadcast packet broadcast. Misal 192.168.1.255/24.

 Host adalah ip yang disediakan untuk host. Misal: 192.168.1.111/24.

Ada beberapa jenis IP:

 IP public digunakan untuk mengakses internet.

 IP private digunakan untuk jaringan local.

Hehehe… Sekarang harus bener-bener paham. Untuk memahami subneting ini, terlebih dahulu mengerti tentang bilangan decimal dan biner (nol atau satu).

Dalam subneting, ada beberapa hal yang paling sering dicari.

Misal ada ip 192.168.2.172/26 maka subnetmask atau netmask nya adalah /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000. Prefix /26 mengindikasikan biner 1 (Net ID) berjumlah 26 dan sisanya yaitu Host ID berjumlah 6.

Dari 11111111.11111111.11111111.11000000 ini ketika didesimalkan maka didapat subnet mask dari adalah 255.255.255.192.

Total IP ini dihitung dari Host ID. Dari contoh soal, didapat Host ID ada 6bit. Karena IPv4 32bit jadi 32-26 sisa 6. Sehingga maksimal IP didapat 2^6=64.

Rumus menghitung maksimal IP: 2^Host ID

Jumlah subnet dihitung dari Net ID. Karena Net ID subnet /26 adalah 26 maka Subnet ID nya 2. Loh kok bisa? Karena Net ID 26 dikurangi 24 karena kelas C jadi

  1. Intinya klo kelas C dikurangi 24, kelas B dikurangi 16, kelas A dikurangi 8. InshaAlloh akan lebih paham dalam pembahasan soal selanjutnya sob. Didapat banyak subnetnya adalah 2^2=4 subnet.

Rumus menghitung banyak subnet dengan rumus: 2^subnet ID

Karena soalnya IP 192.168.2.172, maka gak mungkin termasuk subnet/network pertama karena 72>64. Jadi IP tersebut masuk ke subnet ke berapa ya? Kita hitung aja kelipatan 64. IP Network pasti paling awal dan broadcast paling akhir. Gampangnya ip network setelahnya dikurang 1 itulah broadcast.

IP Network Broadcast

1 192.168.2.0 192.168.2.

2 192.168.2.64 192.168.2.

Jadi IP 192.168.2.172 masuk dalam subnet ke 3 dengan ip network 192.168.2. dan broadcastnya 192.168.2.191.

Dan ini adalah yang paling gampang, yaitu menghitung maksimal ip yang dapat dipakai host. Rumusnya adalah total ip dikurangi 2 karena dipakai untuk network id dan broadcast. Jadi IP Client tiap subnet adalah 64-2=62.

Untuk menghafal subnet lebih cepat, kita dapat memanfaatkan tabel subnet dibawah ini.

Tabel Subneting

a. Total IP : 524288

Subnet 13 merupakan subnet kelas A sehiggga ntuk memudahkan diubah dulu menjadi subnet kelas C dengan ditambah 8 dua kali menjadi 29. Total host subnet 29 adalah 8. Lalu 8 x 256 x 256 menjadi 524288. Dikali 256 dua kali karena sebelumnya ditambah 8 dua kali untuk menjadi subnet kelas C.

b. Netmask : 255.248.0.

Seperti biasa 248 didapat dari 256 – total ip. Karena kelas A ditambah 8 dua kali jadi kelas C maka subnet dimajukan 2 kali dari 255.255.255.248 menjadi 255.248.0.0.

c. IP Network

Setelah disamakan menjadi kelas C(13+8+8=29), maka didapat jumlah subnet /29 adalah 2^5, 5 adalah Subnet ID. Total IP dari subnet /29 adalah 8, maka IP 10.10.10.10 masuk dalam IP Networknya 10.8.0.0.

d. Broadcast : 10.15.255.

IP Network setelahnya dikurangi 1 => 10.16.0.0 – 1 = 10.15.255.

e Host : 10.8.0.1 – 10.15.255.

Jumlah ip yg dapat dipakai adalah 524286 didapat dari 524288 – 2 karena dipakai untuk IP Network dan broadcast.

a. Total IP : 4096

Subnet 20 merupakan subnet kelas B sehiggga agar lebih mudah diubah dulu menjadi subnet kelas C dengan ditambah 8 menjadi 28. Total host subnet 28 adalah 16. Lalu 16 x 256 = 4096. Dikali 256 karena sebelumnya ditambah 8 kali untuk menjadi subnet kelas C.

b. Netmask : 255.255.252.

252 didapat dari 256 – total ip. Karena kelas B ditambah 8 jadi kelas C maka subnet dimajukan 1 kali dari 255.255.255.252 menjadi 255.255.252.0.

c. IP Network

Setelah disamakan menjadi kelas C(20+8=28), maka didapat jumlah subnet /28 adalah 2^4, 4 adalah Subnet ID. Total IP dari subnet / adalah 16, maka IP 11.12.13.14 masuk dalam IP Networknya 11.12.0.0 karena masih dalam rentang 11.12.0.0 – 11.15.255.255.

d. Broadcast : 11.12.15. IP Network setelahnya dikurangi 1 => 11.16.0.0 – 1 = 11.15.255.

e Host : 11.12.0.1 – 11.12.255. Jumlah ip yg dapat dipakai adalah 4096 didapat dari 4096 – 2 karena dipakai untuk IP Network dan broadcast.

Carilah total ip, netmask, ip network, broadcast dan host untuk masing-masing ip dibawah:

 172.16.10.111/  99.99.99.99/  100.100.100.100/  111.222.33.44/  8.8.8.8/

Collision domain adalah area dalam suatu jaringan dimana packet data dapat mengalami tabrakan (collision) dikarenakan device mengirimnya pada waktu yang bersamaan. Pada Hub, collision domainnya menjadi 1 (besar) dan pada Switch dan Router, collision domain hanya terjadi pada masing-masing interface.

Broadcast domain adalah area dalam suatu jaringan dimana broadcast diforward pada pertama kali. Hub dan Switch mempunyai broadcast domain yang sama karena sama-sama melewatkan broadcast, sedang Router tidak melewatkan broadcast.

Hub gak lebih dari physical repeater yang bekerja pada layer 1 dan gak punya intelijensi. Cara kerja hub adalah dengan menerima sinyal electric dari satu interface dan mengirimkannya ke semua interface kecuali ke source interface, butuh atau gak butuh.

Karena bekerja pada layer physical dengan half-duplex (satu mengirim, yang lain menunggu), maka dapat terjadi tabrakan (collision) ketika ada packet yang dikirimkan dalam waktu yang bersamaan. Area dimana dapat terjadi collision disebut dengan collision domain.

Kedua topologi diatas merupakan single collision domain. Semakin besar jaringan seperti diatas, collision juga semakin besar, dan menurunkan kinerja jaringan (down).

Mengganti dengan perangkat yang bekerja pada layer 2 (data link) dan mempunyai intelijensi yaitu bridge. Karakteristik bridge:

  • Memutuskan kemana Ethernet frame dikirim dengan melihat MAC Address.
  • Forward Ethernet frame hanya ke port yang membutuhkan.
  • Filter Ethernet frames (discard them).